Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama, Komika Aulia Rakhman Ditahan Polda Lampung

BANDAR LAMPUNG | INTIP24 – Komika Aulia Rakhman (33 tahun) ditetapkan terdangka dan langsung ditahan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Komika berinisial AR (33) ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama

“Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung telah menetapkan komika berinisial AR (33) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik saat dikonfirmasi wartawan di Kota Bandarlampung, Minggu (10/12/2023).

Seperti diberitakan, Aulia Rakhman (33 tahun) yang tampil di acara kampanye calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan, di Kota Bandarlampung pada Kamis (7/12/2023) sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

Dia menjelaskan, komika Aulia diduga telah melakukan penodaan agama melalui materi stand up comedy dalam acara ‘Desak Anies’. Materi yang dianggap penodaan agama itu adalah menjadikan nama Muhammad sebagai bahan candaan tidak pantas.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan, polisi menghadirkan tujuh orang saksi dan lima orang ahli dan dinyatakan komika berinisial AR itu diduga telah melakukan penistaan agama,” kata Umi dikutip Republika.

Dia menjelaskan, saat ini Aulia sudah ditahan di Mapolda Lampung untuk diproses lebih lanjut. Menurut Umi, tersangka Aulia dikenakan Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama subsider Pasal 156 KUHP tentang Ujaran Kebencian terhadap suatu golongan.

Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung masih mengkaji pengaduan elemen masyarakat terkait pernyataan komika Aulia Rakhman pada Ahad. Laporan elemen masyarakat ke Polda Lampung tersebut telah diteruskan ke Sentra Gakkumdu, karena menyangkut kampanye Pemilu 2024.

Menurut anggota Bawaslu Lampung, Tamri, laporan elemen masyarakat telah diterima Gakkumdu. Petugas Gakkumdu masih akan dilakukan pengkajian isi pernyataan komika Aulia yang disampaikan pada acara ‘Desak Anie’ di Kafe Bento, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kamis.

“Gakkumdu masih mengkaji apakah laporan masyarakat terhadap komika tersebut masuk ranah pidana pemilu atau pidana umum,” kata Tamri di Kota Bandarlampung, Ahad.

Dia mengatakan, Sentra Gakkumdu yang terdiri Polri, kejaksaan, dan Bawaslu masih melakukan pembahasan atas dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan kampanye pemilu. Adapun materi yang ramai di media sosial, beberapa hari terakhir, itulah yang sedang dikaji bersama.

Menurut Tamri, pelaksanaan kampanye telah diatur dalam Pasal 280 ayat 1 huruf (c), yakni pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain.

Bila laporan masyarakat tersebut nantinya masuk pidana pemilu, menurut Tamri, konsekuensinya berdasarkan peraturan yang berlaku semua pihak terkait pada acara tersebut akan diperiksa, misanyal pengundang komika, komikanya, panitia, dan unsur penunjang lainnya.

2

Pos terkait


Blibli