Geng Kartel Narkoba Mengamuk, Ekuador Dilanda Kerusuhan di Seantero Negeri

INTIP24 News – Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan keadaan darurat menyusul terjadinya penyerbuan sebuah stasiun TV dan penyerangan petugas polisi di seluruh negeri oleh kelompok bersenjata.

Pasukan keamanan dikerahkan di kota terbesar di Ekuador, Guayaquil, tempat orang-orang bersenjata bertopeng menyerbu kantor pusat TC Television dan merusak siaran langsung serta menyandera warga.

Lebih dari selusin penyerang telah ditahan dan semua sandera berhasil diselamatkan, menurut kepala polisi nasional Cesar Augusto Zapata Correa.

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan orang-orang bersenjata di jalanan di Guayaquil. Satu orang terekam memegang sesuatu yang tampak seperti peluncur roket.

Bacaan Lainnya
Brimo

Setidaknya tujuh petugas polisi diculik di tiga kota, kata Polri pada Selasa. Beberapa penjaga penjara juga dilaporkan disandera.

Sebuah video yang belum diverifikasi menunjukkan petugas keamanan dijaga oleh pria berkerudung dan bertopeng bersenjatakan pisau.

Video yang sangat vulgar yang beredar secara online menunjukkan anggota geng tersebut mengeksekusi setidaknya dua petugas polisi.

Sementara sebuah video lain yang diposting di media sosial pada hari Selasa menunjukkan salah satu petugas yang ditangkap membaca pesan yang ditujukan kepada presiden, sementara pistol diarahkan ke kepalanya.

“Anda menyatakan perang, Anda akan mendapat perang,” kata petugas itu.
“Anda menyatakan keadaan darurat.
Kami menyatakan polisi, warga sipil dan tentara sebagai rampasan perang.”

Ada laporan yang belum diverifikasi kelompok geng juga mengamuk di Universitas Guayaquil pada hari yang sama.

Banyak mahasiswa yang melarikan diri dari gedung utama dengan panik dan beberapa lagi mengurung diri di dalam kampus.

Tetangga Ekuador di selatan, Peru, telah memerintahkan unit polisi khusus untuk memperkuat perbatasan karena pecahnya kekerasan.

Kerusuhan pecah berawal dari Noboa yang memenangkan pemilihan presiden pada bulan Oktober dengan janji untuk memberantas kejahatan kekerasan.

Noboa mengumumkan keadaan darurat pada hari Senin, setelah pemimpin geng terkenal Adolfo ‘Fito’ Macias dan Fabricio Colon melarikan diri dalam serangkaian kerusuhan di penjara yang dimulai pada hari Minggu di enam provinsi di negara tersebut.

Pihak berwenang menyalahkan kekerasan tersebut sebagai akibat dari kejahatan terorganisir yang terkait dengan kartel narkoba di Kolombia dan Meksiko.

Sumber: RT
Editor: Hasan M



Dark-Cyberpunk-Toko-Produk-Teknologi-Instagram-Post-20240613-124639-0000

Pos terkait