KPU Klarifikasi Kontroversi WNI di Taipei Sudah Coblos Surat Suara Pemilu 2024

JAKARTA | INTIP24 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan semua surat suara Pemilu 2024 yang telah dicoblos warga negara Indonesia (WNI) di Taipei tidak sah. Pernyataan itu menanggapi kontroversi pengiriman 62.552 surat suara pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) DPR RI 2024 ke Taiwan.

Puluhan ribu surat suara yang ditujukan bagi para WNI di Pulau Formosa itu telah dikirim sebelum jadwal yang ditentukan.

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) salah dalam mengirim surat suara ke negara yang ber-Ibu Kota di Taipei tersebut. Sesuai jadwal surat suara mestinya dikirim pada 2 hingga 11 Januari 2024 melalui pos mancanegara.

Setelah itu, surat suara tersebut harus dikirim kembali ke PPLN, maksimum dikirim pada 15 Januari 2024.

Bacaan Lainnya

Ketua KPU, Hasyim Asy’ari mengaku telah menerima surat klarifikasi Ketua PPLN Taiwan pada Selasa (26/12/2023). Surat klarifikasi ini perihal permohonan maaf dan penjelasan mengenai kesalahan yang terjadi.

“Dengan demikian, kesimpulannya, apa yang dilakukan PPLN Taipei mengirimkan surat suara kepada pemilih tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023,” kata Hasyim kepada awak media, Selasa (26/12/2023).

Sebagaimana diberitajan, berdasarkan klarifikasi PPLN Taiwan, Hasyim menjelaskan penyebab surat suara dikirim lebih awal karena pemilih di Taiwan sebagian besar WNI yang berstatus pekerja migran.

Pekerja migran ini, kata dia, menghadapi kondisi yang beragam soal aturan dari penyedia kerja. Di mana di antara mereka ada yang hanya diizinkan libur dalam rentang satu minggu sekali, dua minggu sekali, bahkan ada pula yang satu bulan sekali.

“Kemudian, terdapat Chinese New Year di Taiwan pada tanggal 8-14 Februari 2024, di mana kantor pos hanya bisa mengirimkan surat suara kembali, terakhir pada tanggal 7 Februari 2024 atau satu minggu lebih awal dari jadwal penerimaan surat suara yang terkahir,” katanya.

Maka dari itu, PPLN Taiwan akhirnya mengambil keputusan untuk mengirim lebih awal surat suara kepada pemilih yang tercatat akan memberikan suara via pos. Hasyim menilai, tindakan yang dilakukan PPLN Taiwan tidak cermat.

Pos terkait


Blibli