Sendirian Melawan Dunia, Cuma AS Veto Resolusi DK PBB Gencatan Senjata di Palestina

INTIP24 – Tidak mengejutkan banyak orang, namun di tengah kekhawatiran yang meluas, Amerika Serikat pada hari Jumat memilih untuk memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Resolusi tersebut diajukan oleh Uni Emirat Arab dan ditandatangani bersama oleh 97 negara anggota PBB.

Bahkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengambil langkah yang jarang dilakukan dengan menggunakan Pasal 99 Piagam PBB, yang memungkinkan perwakilan tertinggi badan internasional tersebut untuk
mangambil sikap atas masalah yang “mengancam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.”

Antonio Guterres, yang menggunakan Pasal 99 ini mengatakan bahwa situasi telah mencapai “titik puncaknya” dan bahwa warga sipil Palestina diperlakukan sebagai “manusia pinball” di Gaza yang terpaksa mengungsi dari Gaza.
satu area kecil ke area kecil berikutnya tanpa bantuan.

Bacaan Lainnya

AS adalah satu-satunya anggota Dewan Keamanan yang memberikan suara menentang resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera, dan memberikan hak veto meskipun hampir 100 negara mendukung proposal tersebut.

Veto Amerika memicu protes dari kelompok-kelompok kemanusiaan dan advokasi, dimana Doctors Without Borders (MSF) menyebutnya sebagai “suara menentang kemanusiaan.”

Doctors Without Borders menyebut veto AS sebagai “tindakan menentang kemanusiaan,” sementara organisasi-organisasi kemanusiaan besar mendesak Dewan Keamanan untuk mengadakan pertemuan kembali sampai gencatan senjata disahkan.

Lusinan pakar PBB memperingatkan bahwa “alasan utama” PBB sedang dipertaruhkan, dan menyerukan negara-negara anggota untuk bertindak secara kolektif untuk “menyelamatkan Gaza dari kehancuran total.”

Namun, Joe Biden dilaporkan meminta Kongres untuk menjual puluhan ribu peluru tank ke Israel, dan pejabat militer Israel memperkirakan “fase intensitas tinggi” perang dapat berlangsung hingga akhir Januari.

Israel terus menyerang Jalur Gaza, menewaskan ratusan orang dalam kurun waktu 24 jam.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan keputusan AS menjadikan Washington terlibat dalam kejahatan perang Israel dan menyerukan konferensi internasional untuk mencapai resolusi politik.

Pos terkait


Blibli