Terowongan Bawah Kota Gaza, Warisan Berdarah di Zona Perang Abadi

INTIP24 – Sejarah kota Gaza sudah ada sejak beberapa milenium lalu. Terletak di tepi Laut Mediterania, Gaza telah dihuni sejak zaman firaun Mesir. Tentu saja, kita terutama tertarik untuk memahami krisis yang terjadi saat ini, namun untuk melakukannya, kita masih perlu menengok kembali ke masa lalu.

Hingga menjelang berkecamuknya Perang Dunia Pertama, Palestina masih merupakan wilayah terpencil di bawah Kesultanan Ottoman. Pada masa itu terdapat sejumlah orang Yahudi yang tinggal di Palestina. Mereka minoritas, namun memiliki pengaruh yang menonjol di wilayah tersebut.

Secara umum, orang-orang Yahudi berintegrasi secara harmonis ke dalam komunitas lokal, mereka telah mendiami wilayah tersebut sejak zaman Alkitab, dan untuk waktu yang lama tidak ada konflik besar dengan penduduk Arab seperti yang terlihat sekarang ini.

Pasca Perang Dunia Pertama, Inggris memperoleh wilayah yang luas yang dulunya milik Kekaisaran Ottoman yang jatuh. Termasuk wilayah Israel yang saat itu disebut Mandat Inggris atas tanah Palestina.

Bacaan Lainnya

Kedua komunitas hidup berdampingan namun mendapat perlakuan berbeda dari Kerajaan Inggris. Inggris lebih menganak-emaskan (menyukai) kaum Yahudi ketimbang komunitas Arab di wilayah tersebut. Inilah yang kemudian mewariskan rasa permusuhan kedua komunitas Yahudi dan Arab.

Setelah Perang Dunia Kedua, muncul situasi unik yang memungkinkan terciptanya negara Yahudi dan Arab di Palestina.

Karena ingin melepaskan beban kekaisarannya, Inggris beralih ke beberapa gagasan yang ada untuk Timur Tengah. Selain itu, setelah genosida orang-orang Yahudi dalam Perang Dunia Kedua, klaim mereka atas negara merdeka untuk komonitas Yahudi sepenuhnya dapat dibenarkan.

Kelahiran Israel dan konflik pertama dengan Palestina

PBB pada awalnya mempunyai niat baik, mereka mengusulkan untuk memberikan sebagian wilayah Palestina yang memiliki banyak komunitas Yahudi kepada negara Yahudi, sementara negara Arab akan menerima tanah yang mayoritas penduduknya adalah orang Arab.
Karena kota Yerusalem adalah kota suci bagi kedua komunitas, maka kota tersebut diberi status khusus.

1 2 7

Pos terkait


Blibli