BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrim di Sejumlah Wilayah 12 hingga 15 Januari

JAKARTA | INTIP24 News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem diprediksi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini, menurut BMKG menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar rumah atau memiliki rencana perjalanan selama periode 12 hingga 15 Januari 2026.

Aktivitas atmosfer yang masih tinggi membuat potensi hujan lebat dan angin kencang diprediksi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Dalam prakiraannya, BMKG menilai sejumlah wilayah berisiko tinggi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Bacaan Lainnya

Situasi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. Beberapa daerah bahkan telah masuk dalam kategori siaga.

“Hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang masuk dalam kategori siaga diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua,” tulis BMKG dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

Status siaga tersebut menandakan adanya potensi dampak yang cukup signifikan apabila tidak diantisipasi dengan baik. BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir, longsor, dan genangan.

Selain wilayah berstatus siaga, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi secara luas di berbagai daerah. Wilayah yang terdampak meliputi Sumatra, Banten, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara, seluruh daratan Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua.

Tak hanya hujan lebat, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini angin kencang. Wilayah yang perlu mewaspadai potensi tersebut antara lain Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, serta Papua Barat Daya.

Angin kencang berisiko menyebabkan pohon tumbang, gangguan transportasi, hingga peningkatan tinggi gelombang di perairan. BMKG juga menegaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih sangat fluktuatif. Perubahan cuaca bisa terjadi secara cepat, sehingga masyarakat diminta tidak lengah dan selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas.

Pengguna transportasi darat, laut, dan udara juga diimbau lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan.

Terkait ini, BMKG mengajak masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk aktif mengikuti informasi cuaca yang bersifat spesifik wilayah melalui laman resmi BMKG dan media sosial @infobmkg.

Langkah ini dinilai penting guna meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Gelombang Laut NTT Berpotensi Capai 2,5 Meter hingga 14 Januari, BMKG Ingatkan Risiko Serius bagi Nelayan dan Pelayaran BMKG memperingatkan potensi gelombang laut hingga 2,5 meter di perairan NTT sampai 14 Januari 2026. Nelayan dan pelayaran diminta waspada terhadap angin kencang.





Pos terkait