Kota Bekasi, Intip24new.com- Puluhan aktivis reformasi yang tergabung dalam (Perhimpunan Aktivis Nasional 98) Pena 98, mengadakan Diskusi Publik dan Konsolidasi guna menyikapi situasi Indonesia saat ini. Pertemuan dilangsungkan di Gedung Bekasi Creative Center, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Kamis, (21/05/2026).
Dalam acara tersebut, diawali dengan nonton bersama film dokumenter Gerakan Mahasiswa 98 dan dilanjuntkan dengan sesi diskusi dan konsolidasi.
Para aktivis menilai Indonesia saat ini masih jauh dari taraf hidup sejahtera mulai dari kenaikan harga (Bahan Bakar Minyak) BBM, kemiskinan yang merajalela dan lain-lain.
“Pertemuan ini menjadi momen penting menyatukan barisan yang tercerai berai, sekaligus menyuarakan situasi sosial, ekonomi dan politik terkini”, ujar Damar Panca di lokasi kegiatan.
Menurut Damar, kehadiran aktivis 98 di panggung politik belum membawa perubahan apa-apa, hal tersebut terlihat dari akar masalah struktur sosial, ekonomi dan politik belum berubah, melainkan hanya pergatian orang di kursi kekuasaan.
“Kondisi ini menjadi bahan refleksi penting bagi elemen yang tergabung dalam pena 98, perjuangan yang dilakukan selama ini belum menyentuh inti system yang mengatur jalannya kehidupan bernegara,’ ujarnya.
Damar menyerukan para aktivis membangun alat politik sendiri dengan partai yang lahir dari Gerakan rakyat. “Partai Politik yang tumbuh dari organisasi buruh tani masih sejalan dengan perjuangan masyarakat luas,” imbuh Damar.
Dalam kesempatan yang sama, Hari Setiawan selaku Ketua Panitia Pena 98 menyampaikan pendiskusian menunjukan banyak pihak merasa kecewa dengan kondisi saat ini.
“Diskusi tadi arahnya jelas, masih banyak yang belum puas dengan Indonesia hari ini, harga BBM yang naik dan segala macam persoalannya,” kata Hari.
Menurut Hari, Indonesia saat ini menjadi bahan evaluasi bagi para aktivis guna menyusun langkah kongkret kedepan.
“Kami mendapat pesan untuk kembali lagi menyusun langkah-langkah baru, membuat terobosan untuk Indonesia kedepan,” tambah Hari.
Hari mengingatkan, bahwa sejarah pernah terjadi dimana seluruh elemen bersatu melawan musuh bersama, mereka menginginkan peristiwa tersebut jangan sampai kembali terjadi.


















































