Pembangunan Jalan Poros Puser–Samparwadi Disambut Warga, Pegiat Minta Pengawasan Kualitas Diperketat


SERANG|INTIP24News.com – Pembangunan ruas Jalan Poros Desa Puser–Samparwadi, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Bina Marga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi atas kondisi jalan yang selama ini rusak dan menyulitkan aktivitas warga.


Proyek yang dibiayai melalui APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp4,4 miliar dengan panjang penanganan sekitar 1,30 kilometer. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender setelah Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO).


Selama bertahun-tahun, kondisi jalan penghubung Desa Puser dan Samparwadi kerap menjadi keluhan masyarakat. Saat musim hujan, badan jalan berlumpur dan sulit dilalui sehingga mengganggu mobilitas warga, pelajar, maupun aktivitas perekonomian.


Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pemasangan lapis pondasi bawah (agregat kelas B), yang berfungsi sebagai dasar konstruksi sebelum pemasangan lapisan berikutnya.
Perwakilan konsultan pengawas, H. Iing, menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang dilakukan merupakan pemerataan material agregat sebagai persiapan menuju tahap pengecoran.

Bacaan Lainnya


“Saat ini sedang dilakukan penebaran material secara merata sebagai persiapan sebelum pengecoran. Ketebalan agregat direncanakan 15 sentimeter tanpa menggunakan lapisan Lean Concrete (LC),” ujar H. Iing, Jumat (31/7/2026).


Di sisi lain, pegiat lingkungan yang turut memantau pelaksanaan proyek, Caca, mengapresiasi pembangunan jalan tersebut karena dinilai sangat dibutuhkan masyarakat. Meski demikian, ia berharap seluruh tahapan pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


Menurut Caca, berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan terdapat beberapa titik yang diduga belum memenuhi ketebalan agregat sebagaimana direncanakan.


“Berdasarkan pengamatan saya, ada beberapa bagian agregat yang diduga belum mencapai ketebalan 15 sentimeter. Jika benar demikian, hal itu berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi jalan. Karena itu saya berharap dilakukan pemeriksaan kembali agar hasil pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan masyarakat bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan sebagai bentuk dukungan agar proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang.


Hingga berita ini ditulis, pekerjaan pembangunan masih berlangsung sesuai tahapan. Media ini masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Banten maupun pihak pelaksana proyek terkait masukan yang disampaikan pegiat lingkungan mengenai ketebalan lapisan agregat.

Apabila terdapat tanggapan resmi, berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan informasi.
Pembangunan jalan poros tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Tirtayasa.

( Red- TLS )

Pos terkait