Khamenei Tuduh AS dan Israel Picu Kerusuhan Tewaskan Ribuan Orang di Iran

INTIP24 News– Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyebut Amerika Serikat dan Israel berada di belakang kerusuhan hebat di sejumlah kota di Iran yang menewaskan ribuan orang dan ratusan mesjid hingga sekolah.

Demonstrasi meletus di seluruh Iran pada akhir Desember karena dipicu tingginya inflasi dan masalah ekonomi lainnya, namun berkembang menjadi protes anti-pemerintah yang lebih luas dengan bentrokan yang menyebabkan ribuan orang tewas baik di antara pasukan keamanan maupun para perusuh.

Khamenei mengatakan Washington harus bertanggung jawab karena memicu kerusuhan di negaranya.

Dalam serangkaian postingan di X pada hari Sabtu, Khamenei menuduh AS dan Israel mendalangi kerusuhan tersebut, sambil menyebut Washington sebagai pelaku utama.

Bacaan Lainnya

“AS telah melakukan persiapan ekstensif untuk mengatur penghasutan ini. Penghasutan ini merupakan awal dari skema yang lebih besar. Bangsa Iran mengalahkan AS,” tulisnya.

Pemimpin Republik Islam Iran itu mengklaim Iran telah unggul atas AS dengan meredam protes keras yang melanda negara tersebut.

Dari laporan media, awal pekan ini, pihak berwenang di Teheran mengumumkan bahwa mereka telah mengendalikan situasi, dan kota-kota besar di negara itu kembali tenang.

Donald Trump “sendiri terlibat dalam penghasutan,” tegas sang pemimpin tertinggi, mengacu pada janji presiden AS kepada para pengunjuk rasa bahwa “bantuan sedang dikirim” dan pengerahan kapal perang Amerika ke Timur Tengah.

Dilansir dari Reuters pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan AS terhadap Iran “sudah dekat.” Namun, serangan tersebut pada akhirnya tidak terjadi, dan Trump kemudian mengatakan bahwa ia memutuskan untuk membatalkannya setelah mengetahui bahwa Teheran telah membatalkan rencananya untuk mengeksekusi perusuh yang lebih kejam yang ditahan selama kerusuhan tersebut.

“Ya, kami memadamkan api hasutan, tapi itu tidak cukup. AS harus bertanggung jawab,” tegas Khamenei.

Pihak berwenang di Teheran “tidak berniat membawa negara ini ke arah perang. Namun, kami tidak akan membiarkan begitu saja para penjahat” baik di dalam maupun di luar Iran, tambahnya.

Reuters juga melaporkan bahwa seorang pejabat senior Iran memperingatkan negara-negara tetangganya bahwa mereka dapat menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah jika Washington memenuhi ancamannya untuk menyerang Republik Islam tersebut.

Menurut pemimpin tertinggi tersebut, “agen” AS dan Israel telah “membunuh beberapa ribu orang” selama kerusuhan.

“Mereka juga “merusak” 250 masjid dan lebih dari 250 institusi pendidikan, serta merusak jaringan listrik dan fasilitas kesehatan,” tulis laporan itu.





Pos terkait