Tangerang | Intip24News.com — Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Banten menggelar aksi demonstrasi damai di kawasan Tugu Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Senin (10/11/2025) siang. Aksi yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga sore hari ini berlangsung aman dan kondusif, dengan pengamanan ketat dari aparat TNI-Polri.
Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan mahasiswa, aktivis, advokat, hingga pejuang nelayan. Mereka menyampaikan Sepuluh Tuntutan Rakyat (SEPULTURA) kepada pemerintah, yang berisi seruan untuk menegakkan keadilan dan menolak proyek yang dinilai merugikan rakyat, khususnya Proyek PIK 2.
Turut hadir dalam aksi tersebut sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Kang Kholid (Nelayan Banten), Said Didu, mantan Ketua KPK Abraham Samad, penasihat hukum Ahmad Khozinudin, S.H., M.H., Ustaz Alfian Tanjung, dan Mayjen (Purn) Soenarko.
Dalam orasinya, Ahmad Khozinudin menegaskan dukungannya terhadap perjuangan masyarakat Banten yang menuntut keadilan dan menolak praktik oligarki.
“Kami berdiri di sini untuk mendukung perjuangan masyarakat Banten dalam menuntut keadilan dan kebenaran. Kami telah mendengar tuntutan masyarakat yang disampaikan melalui SEPULTURA, dan kami sepenuhnya mendukung tuntutan tersebut,” tegasnya.
Ahmad Khozinudin juga menyerukan agar pemerintah segera menghentikan Proyek PIK 2 dan proyek-proyek lain yang dianggap menyengsarakan rakyat.
“Kami menyerukan kepada aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan untuk membela rakyat — bukan menjadi kaki tangan para pelaku perampasan tanah. Kami akan terus berjuang bersama masyarakat Banten untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator aksi Kang Kholid menyampaikan bahwa PIK 2 menjadi simbol ketidakadilan dan bentuk korupsi besar yang harus diusut tuntas.
“Kami menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan. PIK 2 adalah contoh nyata korupsi besar yang harus dibongkar sampai akar-akarnya. Kami tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan,” ujarnya dengan lantang.
Aksi damai ini berlangsung tertib. Massa membubarkan diri sekitar sore hari dengan pengawalan dari aparat kepolisian setempat, terutama dari jajaran Polsek wilayah Pantura. Aktivitas masyarakat di sekitar Tugu Mauk pun kembali normal setelah aksi usai.
( WS/ TLB )
















































