Longsor di Bandung Barat, 23 Prajurit TNI AL Tertimbun, 4 Ditemukan Gugur 19 Masih Hilang

JAKARTA | INTIP24 News – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan total 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Dari jumlah tersebut masih terdapat 18 kantong jenazah yang hingga kini masih dalam proses identifikasi.

Abdul menjelaskan operasi pencarian dan pertolongan korban longsor kembali dilanjutkan pada Selasa (27/1) mulai pukul 08.00 WIB dengan mengerahkan tambahan alat berat untuk memperluas area pencarian.

Sebanyak sembilan alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk melakukan pencarian di sektor A dan sektor B. Sementara itu jumlah personel tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut mencapai sekitar 800 orang dari berbagai unsur.

Bacaan Lainnya

Selain fokus pada pencarian korban, BNPB juga terus memantau kondisi pengungsian warga terdampak longsor. Hingga saat ini, jumlah pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu tercatat sebanyak 685 jiwa.

Rincian pengungsi tersebut meliputi 353 jiwa yang menempati gedung olahraga desa dan 332 jiwa di aula desa.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, matras, serta paket alat kebersihan.

BNPB menegaskan upaya pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan situasi dinyatakan aman.

Diperoleh keterangan dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali yang mengonfirmasi terdapat 23 prajurit tertimbun longsor saat sedang latihan.

Para prajurit tersebut tertimbun longsor saat mengikuti latihan pra-tugas pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini (PNG).

“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara yang lainnya belum ditemukan,” kata Muhammad Ali usai rapat kerja Kementerian Pertahanan dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ali menjelaskan, longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Cisarua selama dua malam berturut-turut.

Kondisi tersebut menyebabkan tanah di kawasan perbukitan menjadi labil hingga akhirnya runtuh.

Para prajurit diketahui sedang mengikuti Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 sebagai persiapan terakhir sebelum diberangkatkan untuk menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini.

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan yang berat, cuaca buruk, hingga akses jalan yang sempit sehingga alat berat belum dapat menjangkau titik longsor utama.

“Upaya pencarian juga melibatkan penggunaan drone, anjing pelacak, serta thermal scanner untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah material longsor,” ujar Ali.

Sebanyak 23 prajurit yang berasal dari Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa (Brigif 4 Marinir/BS) tengah melaksanakan Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026), hujan deras mengguyur kawasan tersebut tanpa henti.

Meski cuaca ekstrem, para prajurit tetap melaksanakan latihan sesuai jadwal.

Pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, longsor besar terjadi di lereng perbukitan lokasi latihan.

Material tanah menimbun area pemukiman warga Desa Pasirlangu sekaligus posisi latihan para prajurit.

Sesaat setelah longsor, komunikasi seluruh personel di lokasi terputus dengan pos komando utama.

Hingga Senin (26/1/2026), tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian.

Empat prajurit ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain prajurit TNI AL, operasi pencarian juga dilakukan terhadap korban dari warga sipil yang terdampak bencana longsor di wilayah tersebut.

Dari informasi yang didapat, berikut nama-nama peajurit TNI AL yang tertimbun longsor di Cisarua Jawa Barat.

  1. Serka Mar Afriansyah S. (NRP. 118630)
  2. Serda Mar Sidiq H. (NRP. 108833)
  3. Serda Mar Anthoni Tahara Putra (NRP. 137926)
  4. Serda Mar Rein Pasau (NRP. 139570)
  5. Serda Mar Riswan Aradia (NRP. 143310)
  6. Koptu Mar Choni Chorniawan (NRP. 108799)
  7. Pratu Mar Febry Bramantio (NRP. 129926)
  8. Pratu Mar Andiko Affiari Rahmat (NRP. 132530)
  9. Prada Mar Muhammad Dirwa A. (NRP. 136379)
  10. Pratu Mar M. Genta Al Akbar (NRP. 136464)
  11. Prada Mar Erik Rinaldi (NRP. 140504)
  12. Pratu Mar B. C. Silitonga (NRP. 142635)
  13. Pratu Mar Dicky Yogha P. (NRP. 129056)
  14. Pratu Mar Heru Susanto (NRP. 128953)
  15. Pratu Mar Hamid Dwi Ismail (NRP. 126679)
  16. Praka Mar Ari Kurniawan (NRP. 125191)
  17. Praka Mar Anton Kharisma (NRP. 124579)
  18. Praka Mar Randa Pratama (NRP. 123972)
  19. Praka Mar Andre Nicky Olga S. (NRP. 123213)
  20. Praka Mar Ulil Amri (NRP. 123157)
  21. Praka Mar Muhammad Kori (NRP. 122334)
  22. Praka Mar Muhamad Mahfudi (NRP. 121461) 23. Koptu Mar Edi Haryono (NRP. 111964)




Pos terkait