Penanganan Bencana Sumatera, Seskab Teddy: Jangan Giring Opini Pemerintah Lamban

JAKARTA | INTIP24 News – Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama-sama membantu warga terdampak bencana, sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah agar respons kebencanaan dapat dilakukan secara optimal.

Dalam konferensi pers Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatra di Posko Utama Lanud Halim, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025, Teddy memastikan bahwa penanganan bencana di Sumatra telah dilakukan sejak hari pertama melalui kerja keras ribuan petugas lintas sektor bersama masyarakat, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh publik.

“Jadi, kalau ada diantara saudara-saudara yang dianugerahkan Tuhan, punya pengaruh, entah itu kecil atau besar. Sampaikan pernyataan dan pertanyaan yang bijak. Jangan menggiring-giring seolah pemerintah tidak kerja. Petugas-petugas di lapangan tidak kerja,” tegas Teddy.

“Saya pastikan kami, semua yang di sini, kita semua, termasuk rekan-rekan pers, semua orang-orang yang ada di lokasi bencana sekarang, semua petugas, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, petugas PLN, petugas Pertamina, para sopir truk, dokter, tim medis, pilot-pilot heli, kru pesawat, relawan, dan organisasi-organisasi lain, dan tentunya bersama-sama warga ini, seluruhnya berjuang keras,” ujar Seskab.

Bacaan Lainnya

“Di sini semua butuh kerja sama, kekompakan, dan energi positif. Banyak kok yang datang betul-betul niat bantu. Kalau niat bantu, ayo sama-sama,” imbuhnya.

Seskab juga meyakinkan bahwa pemerintah dan seluruh petugas yang dikerahkan ke lapangan sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat.

Pemerintah pun menegaskan bahwa setiap kebutuhan pascabencana akan segera ditindaklanjuti dan dikerahkan secepat mungkin. .

Ia menekankan bahwa kerja-kerja tersebut dilakukan sejak hari pertama dan terus berlanjut hingga saat ini, termasuk oleh mereka yang bekerja tanpa sorotan kamera. Hingga kini, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 50 ribu personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, relawan, serta berbagai unsur pendukung lainnya.

Pada pekan pertama penanganan bencana, sedikitnya 26 ribu personel telah berada di lapangan untuk melakukan evakuasi, distribusi logistik, pemulihan akses, serta penanganan darurat bagi warga terdampak.





Pos terkait