Tim SAR Masih Mencari Korban KM Sakinah, Keluarga Korban Inginkan Kembali Lengkap ke Spanyol

“Ini bukan soal pencarian saja. Pihak keluarga membutuhkan closure, atau penutupan dari cerita ini,” kata Budi, yang setidaknya kerap mendampingi keluarga korban dalam insiden perahu karam dalam 30 tahun terakhir.

Sebanyak 79 petugas dari Basarnas, lima penyelam, belum lagi polisi dan satuan lainnya, ikut berperan dalam pencarian korban.

Pada Minggu (28/12), Kapal Negara (KN) SAR Puntadewa 250 datang. Kapal itu memiliki kemampuan melakukan pencarian di laut terbuka.

Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan karakter perairan di sekitar Pulau Padar yang dikenal memiliki arus laut kuat dan berubah-ubah.

Bacaan Lainnya

“Arus sangat kuat sehingga menyulitkan tim melakukan pencarian di bawah laut, sementara di atas permukaan ada anomali perubahan cuaca,” kata Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus koordinator misi pencarian, Fathur Rahman.

Perairan ini merupakan jalur pertemuan arus dari Laut Flores dan Selat Sape, sehingga pergerakan arus dapat membawa objek terapung menjauh dari lokasi awal kejadian.

Karakter perairan tersebut membuat area pencarian terus diperluas. Tidak hanya di sekitar titik tenggelamnya KM Putri Sakinah, tetapi juga mengikuti pola arus permukaan yang berpotensi membawa korban ke arah utara dan barat perairan Labuan Bajo.

Selain arus, kontur perairan yang terbuka serta banyaknya pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo turut memengaruhi pola pencarian.

Meski demikian, operasi pencarian korban warga negara Spanyol itu masih berlanjut.

“Hari ini Pukul 07.00 Wita Tim SAR Gabungan memulai kembali pencarian 3 WNA Spanyol yang memasuki hari ke-enam, pada hari ini juga Tim SAR Gabungan akan melaksanakan penyisiran yang diperluas hingga 34.96 Nautical Mile dan pengerahan Tim Penyelam Profesional sebanyak 11 orang penyelam.” Terang Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator)

“Pukul 09.50 Wita Tim Penyelam yang terbagi dari 3 SRU (SAR Rescue Unit) mulai melaksanakan penyelaman SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, dan Tim Ditpolair Polda NTT juga pagi ini mulai menurunkan kembali sonar untuk mendeteksi keberadaan puing kapal KM Putri Sakinah serta melakukan penyelaman di lokasi keadian.” tandas Fathur dalam wawancara.

Adapun pelaksanaan operasi hari ini dalam penyisiran KN SAR Puntdewa akan menyisir perairan utara Pulau Padar sejauh 10.2 Nautical Mile, KN Grantin juga menyisir Perairan Utara Pulau Padar seauh 8.7 Nautical Mile, Kapal Cepat Polairud Polda NTT menyisir perairan utara (dekat Pulau Seraya) sejauh 7.5 Nautical Mile, Searider KSOP Labuan Bajo serta RIB Pos SAR Manggarai Barat menyisir Perairan Selatan Pulau Padar sejauh 3 Nautical Mile, serta Searider KSOP Labuan Bajo – Rib Lanal Labuan Bajo juga menyisir arah selatan perairan Pulau Padar.

11 Tim Penyelam Profesional berasal dari Komunitas Dive yang berada di Labuan Bajo yaitu Alexa Pinisi, Maika Dive, Scuba Republic, Dive Tribe, Aqura Dive, Wetfog Dive, Helo Dive serta Penyelam dari Kantor SAR Maumere.





Pos terkait