Kepala PAUD Bina Bani Saudara, Tegaskan Material Bangunan Telah Diawasi Konsultan

SERANG|INTIP24News.com – Kepala PAUD Bina Bani Saudara, Ibad Badrullah, menyatakan bahwa spesifikasi Material Bangunan pada Proyek Pembangunan Gedung PAUD Bina Bani Saudara, telah diawasi oleh Konsultan Pengawas yang kompeten di bidangnya.

Hal ini disampaikan Ibad kepada Wartawan melalui rilisnya pada Minggu ( 16/08/2026 ), sebagai jawaban dan klarifikasi terkait pemberitaan yang memuat dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material, khususnya penggunaan besi dalam pekerjaan pembangunan PAUD Bina Bani Saudara yang beralamat di Kampung Pajarakan Desa Tambiluk Kecamatan Petir Kabupaten Serang Banten.

Dalam klarifikasinya, Ibad menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian material tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, material besi yang digunakan dalam pekerjaan telah diperiksa dan berada dalam pengawasan konsultan pengawas yang ditugaskan pada pekerjaan tersebut.

“Material besi yang digunakan telah diperiksa dan mendapatkan pengawasan dari konsultan pengawas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujar Ibad dalam rilisnya.

Bacaan Lainnya

Ia menilai, kesimpulan mengenai adanya dugaan penyimpangan kualitas pekerjaan seharusnya tidak hanya didasarkan pada pengamatan atau dugaan, melainkan perlu didukung pemeriksaan teknis oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan.

Ibad juga menyayangkan pemberitaan mengenai proyek tersebut diterbitkan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah sebagai pihak yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan pembangunan.

Menurutnya, konfirmasi kepada pihak yang menjadi objek pemberitaan penting dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Pihak sekolah tidak pernah menerima permintaan konfirmasi secara langsung terkait tudingan atau dugaan ketidaksesuaian material tersebut sebelum pemberitaan dipublikasikan,” katanya.

Ia menegaskan, pihak sekolah keberatan apabila pemberitaan tersebut kemudian membentuk persepsi publik seolah-olah telah terjadi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, sementara belum terdapat hasil pemeriksaan resmi dari lembaga berwenang yang menyatakan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian.

Meski demikian, Ibad menyatakan pihak sekolah menghormati fungsi kontrol sosial yang dilakukan media massa maupun masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.

“Pengawasan terhadap proyek pembangunan memang penting dan harus dilakukan secara transparan. Namun, pengawasan hendaknya berdasarkan data, dokumen, fakta lapangan, serta hasil pemeriksaan teknis dari pihak yang berkompeten, bukan berdasarkan dugaan dan asumsi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Pihak sekolah, lanjut Ibad, terbuka apabila dilakukan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup RAB, spesifikasi teknis, material yang digunakan, volume pekerjaan, maupun dokumen pendukung lainnya.

“Apabila ada pihak yang mempertanyakan kualitas atau spesifikasi pekerjaan, kami mempersilakan dilakukan pemeriksaan secara objektif sesuai ketentuan. Hasil pemeriksaan resmi itulah yang seharusnya menjadi dasar dalam menyampaikan kesimpulan kepada publik,” jelasnya.

Ibad juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kepentingan untuk menutupi persoalan apabila memang ditemukan adanya permasalahan dalam pekerjaan pembangunan.

Sebaliknya, pihak sekolah berkepentingan agar pembangunan sarana pendidikan tersebut berjalan sesuai ketentuan, memenuhi spesifikasi teknis, memiliki kualitas yang baik, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait media yang sebelumnya memberitakan dugaan ketidaksesuaian material tersebut, Ibad mengaku awalnya mengalami kesulitan untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung karena, menurutnya, pada saat berita diterbitkan tidak terdapat informasi kontak redaksi yang jelas maupun Box Redaksi yang dapat digunakan pihak sekolah untuk menyampaikan tanggapan secara resmi.

Atas dasar itu, melalui hak jawab tersebut, pihak sekolah meminta agar klarifikasi dan penjelasan dari PAUD Bina Bani Saudara dapat dimuat secara proporsional dan berimbang.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya menerima informasi mengenai dugaan atau tudingan, tetapi juga mengetahui fakta dan penjelasan dari pihak yang berkaitan langsung dengan pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Ibad berharap pemberitaan mengenai pembangunan sarana pendidikan ke depan tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, serta memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan penjelasan.

“Demikian hak jawab dan klarifikasi ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pihak sekolah dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,”Pungkas Ibad Badrullah, Kepala PAUD Bina Bani Saudara.

( Red- TLS )



Pos terkait