Berbagai perusahaan pelayaran telah menghentikan operasinya dan malah melakukan perjalanan lebih jauh mengelilingi Afrika.
Pada Kamis sore, kelompok Houthi menembakkan rudal balistik di Teluk Aden, yang menurut para pejabat AS merupakan serangan ke-27 terhadap pelayaran komersial yang dilakukan kelompok tersebut sejak 19 November.
Menurut militer AS, rudal tersebut tidak menyebabkan cedera atau kerusakan.
Dan pada hari Selasa, jet dan kapal perang berbasis kapal induk AS dan Inggris menembak jatuh 21 drone dan rudal yang diluncurkan oleh kelompok yang didukung Iran ke arah Israel.
Kelompok Houthi mengatakan, serangan mereka di jalur yang sibuk adalah tindakan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza dan mereka menargetkan kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Israel.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis pagi, pemimpin Houthi Abdel Malik al-Houthi bersumpah akan memberikan tanggapan “besar” terhadap AS dan sekutunya jika mereka melanjutkan tindakan militer terhadap kelompoknya.
“Setiap serangan Amerika tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan. Responsnya akan lebih besar dibandingkan serangan yang dilakukan dengan 20 drone dan sejumlah rudal,” ujarnya dalam pidatonya, Kamis.
“Kami lebih bertekad untuk menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel, dan kami tidak akan mundur,” tambah Houthi.

Komitmen Houthi, kelompok yang bersekutu dengan Iran dan telah berperang melawan koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung Barat untuk menguasai Yaman sejak tahun 2014, mengatakan bahwa mereka hanya akan menghentikan serangan setelah Israel mengakhiri perangnya di Gaza.
Bulan lalu, AS mengirim kapal induk, USS Dwight D Eisenhower, ke wilayah tersebut dan juga mengumumkan koalisi negara-negara untuk melindungi pergerakan di Laut Merah.
Laut Merah adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, yang menghubungkan pasar Eropa dan Asia melalui Terusan Suez.
Sekitar 12 persen perdagangan global melewati selat Bab-el-Mandeb, dekat dengan tempat pengiriman barang yang ditargetkan oleh Houthi.
Sumber: MEE
Editor: Hasan M





















































