Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat yang telah memberikan ucapan, doa, dan harapan kepadanya di hari ulang tahun ke-74, pada Jumat (17/10/2025). Hal ini disampaikan Prabowo melalui unggahan di Instagram resminya, @prabowo.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala ucapan, doa, dan harapan yang telah diberikan di hari ulang tahun saya,” kata Prabowo pada Jumat (17/10).
Ucapan ini menjadi sumber semangat serta kekuatan baginya untuk terus mengabdi kepada negara dam seluruh masyarakat Indonesia.
Prabowo pun bersyukur atas perhatian dan kebaikan yang tulus dari masyarakat.
“Rasa syukur ini menjadi sumber semangat dan kekuatan bagi saya untuk terus mengabdi kepada bangsa, negara, dan seluruh Rakyat Indonesia,”
“Atas perhatian, doa, dan kebaikan dari semuanya, saya ucapkan sekali lagi terima kasih yang tulus. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi kita semua,” Demikian isi unggahan tersebut.
Hari ulang tahun ini bertepatan juga dengan satu tahun kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai presiden periode 2024-2029.
Dari informasi yang dihimpun redaksi, beberapa hal patut diketahui oleh publik, apa dan bagaimana satu tahun program pemerintahan Presiden RI ke-8 ini.
Pogram kerja pemerintahan selama setahun terakhir berfokus pada upaya mewujudkan ekonomi kerakyatan. Paradigma ini berpijak pada komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil dan memastikan negara hadir dalam setiap sektor ekonomi.
Paradigma Presiden Prabowo berbeda dengan ekonomi liberal kapitalis yang menyerahkan semua pada mekanisme pasar. Di mana, yang kuat akan semakin kuat dan yang lemah makin tertinggal.
Semangat ekonomi kerakyatan tersebut tercermin dalam berbagai program unggulan Astacita, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketahanan dan Swasembada Pangan, serta Sekolah Rakyat.
Selain itu, program Koperasi Desa Merah Putih juga disiapkan untuk memperkuat perputaran ekonomi di desa-desa dan meningkatkan daya saing ekonomi rakyat.
Program MBG awal mulanya lahir dari nama Revolusi Putih yang digagas Prabowo pada tahun 2006, jauh sebelum ia resmi menjabat Presiden. MBG kini diberikan dengan sasaran penerima manfaat mulai dari, anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Tak sedikit yang merasa beruntung dengan kehadiran program MBG, khususnya ibu-ibu yang anaknya bersekolah.
“Setiap kali saya datang ke sebuah desa, saya disambut anak-anak yang berdiri di pinggir jalan, melambaikan tangan. Saya sering berbicara dengan mereka. Saya tanya usia mereka, dan saya sering terkejut. Anak laki-laki kecil yang saya kira berumur empat tahun ternyata berumur sepuluh tahun,” ungkap Prabowo berkisah saat berkunjung ke beberapa daerah selama kampanye Pilpres lalu.
Prabowo mengatakan, makan bergizi gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya.
Program MBG membantu para siswa yang tidak sempat sarapan di rumah baik karena keterbatasan waktu maupun dana untuk membeli sarapan.
Menu MBG yang diterima anaknya yang kini duduk di bangku kelas 2 SD pun beragam mulai dari nasi uduk, nasi goreng, mie ayam, hingga spageti.
Belakangan muncul beberapa saran agar menu MBG dapat digantikan dengan susu, roti, biskuit, telur, dan buah. “Saran MBG dapat diberikan dalam bentuk roti, susu, buah, dan atau snack sehat lainnya. Karena lebih disukai anak-anak dan lebih minim resiko keracunan atau alergi makanan karena faktor kurang higienis.
Diketahui, hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah telah membangun 11.900 dapur MBG yang setiap hari melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35 persen dari target nasional.
Selain itu, pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat yang dibangun atas dasar keprihatinan. Prabowo melihat kondisi sebagian masyarakat Indonesia yang belum merasakan kemerdekaan. Termasuk akses mendapat pendidikan. Prabowo ingin anak-anak miskin bisa mengubah nasib keluarganya dan keluar dari jurang kemiskinan.
“Anak orang miskin, tidak boleh miskin. Itu tekad saya. Anak orang miskin dia harus nanti bangkit dan dia nanti membantu orang tuanya,” kata Prabowo di Kantor Kemendikdasmen Jakarta, Kamis 13 Maret 2025 lalu.
Total ada 165 Sekolah Rakyat yang telah resmi beroperasi per September 2025. Prabowo menjelaskan pembangunan sekolah rakyat akan ditambah bertahap dengan target 100 sekolah baru setiap tahun.
Dengan pola ini, pemerintah menargetkan berdirinya 500 sekolah rakyat di wilayah kantong-kantong masyarakat yang ekonominya paling lemah. Program juga diarahkan agar menjangkau lapisan menengah bawah.
Ada pula program rumah subsidi KPR FLPP yang telah terealisasi sebanyak 196.400 unit lebih, dengan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sudah dibangun dan tersedia sebanyak 240.265 unit.
Program rumah subsidi tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, namun juga menggerakkan perekonomian rakyat setempat.
Dikutip dari liputan 6, hasil survei Index Politica mencatat sebanyak 83,5 persen masyarakat yang disurvei puas atas kinerja pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto dalam setahun terakhir.
“Data ini menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dan eksposur positif di media massa yang sangat kuat dan positif,” kata Direktur Riset Index Politica Fadhly Alimin Hasyim dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/10) dikutip Antara.
Fadhly menjelaskan, sebanyak 90,8 persen responden mengaku mengetahui berbagai kegiatan dan kebijakan Prabowo melalui pemberitaan media massa dan media sosial.
“Temuan ini menjadi refleksi satu tahun perjalanan pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Fadhly.
Survei digelar pada 1–10 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.600 responden di 27 provinsi. Para responden dipilih acak dengan metode multistage random sampling. Ambang batas galat survei ini lebih kurang 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Oleh: Tim Redaksi INTIP24 News
















































