JAKARTA | INTIP24 News – Demo anarkis yang menolak kenaikan gaji anggota DPR RI pada Senin (25/8) menelan korban. Mobil Lurah Manggarai Selatan, Muhamad Sidik jadi korban amukan massa.
Lurah dan sopirnya meski selamat namun mengalami luka-luka lebam, memar dan lecet di bagian mata, wajah, badan hingga kaki akibat pukulan dengan benda tumpul.
Tidak hanya itu, sopirnya, Asep Yudiana turun jadi korban.
Kejadian berawal saat massa pendemo di Depan Gedung DPR RI dipukul mundur aparat hingga ke Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat.
Sidik dan sopirnya sedang menaiki kendaraan dinas berpelat merah hendak pulang dari kantor kelurahan menuju rumahnya yang di Tanah Abang Dalam.
Karena macet, kemudian dia berinisiatif mengambil jalan pintas lewat Jalan S Parman. Ketika sampai di Bundaran Slipi nampak massa mendatangi dan memprovokasi bahwa mobilnya adalah “mobil anggota DPR”.
“Saya minta sopir untuk jalan terus tetapi massa terus mengejar sembari memecahkan kaca mobil,” kata Sidik kepada wartawan.
Bahkan, sang sopir sampai menabrak gerobak siomay di depan sebuah hotel di kawasan Slipi. Namun massa semakin mengejar hingga akhirnya mobil terhenti lantaran menabrak motor.
Pada akhirnya, sang sopir meminta Sidik keluar dari mobil demi keselamatan. Sidik yang keluar mengaku dari pihak kelurahan namun massa tetap memukulinya.
Tak hanya itu, ternyata sopir juga mengalami hal yang sama. Keduanya berlari ke suatu gang untuk menyelamatkan diri.
Namun, sejumlah barang milik lurah rusak dan hilang. Yakni mobil dinas hancur, dua ponsel seharga Rp25 juta, dompet dan barang pribadi yang hilang di dalam mobil.
Terkait rencana membuat laporan ke Kepolisian, pihaknya masih mempertimbangkan lebih lanjut. “Masih akan dibahas,” ucapnya. Seperti dikutip Antara.



















































