JAKARTA | INTIP24 News – Pemerintah Indonesia berterima kasih atas tawaran bantuan dari negara-negara sahat dalam mengatasi bencana banjir dahsyat di tiga provinsi Sumatera. Pemerintah masih merasa sanggup mengatasi bencana dan masih memiliki stok pangan yang cukup bagi para korban.
Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat usai serah terima bantuan Kemlu RI untuk korban banjir Sumatera di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (5/12).
“Kami sedang menyelesaikan semua yang dibutuhkan, tapi memang ada beberapa yang menawarkan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya, tapi kami yakin kami masih bisa mengatasinya,” kata Sugiono tanpa merinci negara-negara mana saja yang menawarkan bantuan.
Menlu RI mengungkapkan bahwa negara-negara sahabat bersedia membantu apapun yang diperlukan Indonesia. “Semuanya mengatakan, kalau misalnya perlu apa-apa, beritahu,” imbuhnya.
Sugiyono pun menyatakan, Indonesia akan menerima bantuan jika sudah merasa kewalahan. “Tetapi saya kira, dengan semua kekuatan yang ada, dan ini adalah upaya bersama, saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini,” tutur Sugiono.
Senada dengan Menlu Sugiyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo
menyatakan bahwa Indonesia masih sanggup mengatasi bencana di Sumatera dan masih memiliki stok pangan yang cukup bagi para korban.
Hadi pada Rabu (4/12), yang menyatakan bahwa Indonesia masih sanggup mengatasi bencana di Sumatera dan masih memiliki stok pangan yang cukup bagi para korban.
“Untuk sementara ini belum (buka peluang) ya. Meskipun kami juga mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat,” kata Prasetyo pada hari sebelumnya, Rabu (4/12),
Mensesneg berkata bahwa selain cukup pangan, Indonesia juga masih mampu memastikan pasokan BBM di wilayah terdampak bencana, meski mekanisme distribusinya memerlukan penyesuaian.
Data terakhir yang dirilis BNPB hingga Jumat siang, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak pekan lalu meninggal mencapai 893 jiwa, sementara 521 lainnya masih hilang, dan 4.200 lebih mengalami cedera.

















































