Presiden Terpilih Prabowo dan Zaken Kabinet

Sebelumnya mungkin saja ada sinyalemen bahwa presiden terpilih Jenderal (Purn. TNI AD) H. Prabowo Subianto bakal membentuk kabinet multipartai. Hal ini didasari terpilihnya sebagai presiden atas dukungan banyak partai. Dan itu sah, lantaran sejak reformasi, kabinet multi partai menjadi pilihan, siapapun yang menjadi Presiden RI.

Namun, jika kemudian yang terjadi akhirnya Prabowo membentuk Zaken Kabinet maka pilihan ini merupakan isyarat bahwa Prabowo akan menata kembali pengelolaan tata kerja pemerintahan Indonesia yang lebih baik. Dalam hal ini saya melihat bahwa tata kelola pemerintahan, beberapa tahun terakhir nampak tercabik cabik dalam perjalanan sejarahnya.

Zaken Kabinet atau Kabinet Zaken yaitu kabinet yang jajaran menterinya berasal dari kalangan ahli dan profesional dalam melakukan tugas. Para menteri kabinetnya kebanyakan bukan representasi dari partai politik koalisinya. Dengan pilihan yang dilandasi sistem meritokrasi ini, maka besar harapan untuk membangun kembali profesionalitas dalam pemerintahan yang akan datang.

Meritokrasi merupakan sistem rekrutmen atau pengangkatan sebuah jabatan berdasarkan kemampuan dan prestasi. Meritokrasi juga diharapkan dapat membantu menghentikan korupsi, suap, dan praktik birokrasi yang tidak etis.

Bacaan Lainnya

Dalam sistem seperti ini, siapa pun yang dipromosikan untuk jabatan didasarkan pada profesionalisme kinerja dan pencapaian yang ditunjukkan oleh jejak prestasinya. Demikian konsep meritokrasi.

Zaken Kabinet akan mengutamakan sistim meritokrasi yang dapat menghindari terjadinya malfungsi kabinet. Tentu saja diharapkan pula untuk dapat menghindari terjadinya praktik korupsi, kolusi serta nepotisme.

Momentum yang terbaik bagi siapapun manakala berada pada puncak pengabdian pada bangsa dan negara ketika di usia lanjut serta berada di ujung pengabdiannya pada bangsa dan negara. Maka Ia harus meninggalkan legacy terbaiknya. Dalam konteks ini Prabowo Subiyanto yang menerima menerima mandat rakyat Indonesia adalah saat kondisi negara dalam cengkeraman budaya korupsi yang sangat luar biasa.

Di sisi lain masalah politik, ekonomi serta kehidupan demokrasi menjadi sangat krusial untuk segera diperbaiki. Maka sungguh berat beban tugas dan tanggung jawab Prabowo di ujung pengabdiannya. Tak ada kata lain, Purnawirawan Jenderal yang sarat prestasi militer ini harus tegak lurus menjalankan roda pemerintahan dengan memegang teguh pada konstitusi dan sungguh-sungguh berupaya dalam pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme. Demikian Prabowo Subiyanto.

6 Oktober 2024 Lereng Gunung Guntur Garut
KH Ronggosutrisno Ta’in/ sesepuh Intip24news.com
1





Pos terkait