SDN Melandang Kota Serang Peduli Lingkungan Sejak Dini Lewat Gerakan Ecobrick

SERANG, intip24news.com — Pendidikan lingkungan hidup tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas. Kesadaran untuk menjaga bumi perlu dibangun melalui kebiasaan, keteladanan, serta praktik nyata sejak usia sekolah.

Semangat itulah yang tercermin dalam gerakan pembuatan ecobrick yang akan dilaksanakan SDN Melandang, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Melalui imbauan kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6, pihak sekolah mengajak peserta didik membawa botol plastik bekas, sampah plastik kering, gunting, serta kayu atau bambu kecil sebagai alat untuk memadatkan material ecobrick. Sampah yang selama ini dipandang sebagai barang tidak berguna diarahkan menjadi material yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lingkungan sekolah.

Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kota Serang, Johan Simarmata, mengutarakan bahwa gerakan tersebut memiliki nilai edukasi yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan membuat kerajinan dari sampah.

Bacaan Lainnya

«“Ecobrick bukan sekadar memasukkan sampah plastik ke dalam botol. Di balik kegiatan sederhana ini ada pendidikan karakter, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pembelajaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya,” ujar Johan Simarmata.»

Menurut Johan, sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Anak-anak yang sejak dini dibiasakan memilah, membersihkan, mengeringkan, dan memanfaatkan kembali sampah akan memiliki pengalaman konkret mengenai pentingnya mengurangi sampah dari sumbernya.

Ia juga menilai keterlibatan orang tua memiliki peran penting. Imbauan kepada siswa untuk mempersiapkan bahan dari rumah secara tidak langsung dapat membangun kebiasaan baru di lingkungan keluarga, terutama dalam membedakan sampah yang masih dapat dimanfaatkan dengan sampah yang harus dibuang.

«“Ketika anak membawa sampah plastik dari rumah untuk dijadikan ecobrick, sebenarnya proses pendidikannya sudah dimulai sebelum mereka tiba di sekolah. Ini bisa menjadi jembatan antara pendidikan di sekolah dan kebiasaan menjaga lingkungan di rumah,” kata Johan.»

Kepala SDN Melandang, Muhtadin, S.Pd., melalui imbauannya mengajak seluruh siswa mempersiapkan botol plastik bekas air mineral berukuran 600 mililiter dalam kondisi bersih, kering, dan masih memiliki tutup. Sampah plastik yang digunakan sebagai isian juga harus dalam kondisi kering dan tidak bercampur dengan sisa makanan maupun sampah basah.

Gerakan tersebut diarahkan untuk mendukung Program Sekolah Adiwiyata dan Peduli Lingkungan. Hasil ecobrick nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari fasilitas kreatif lingkungan sekolah, seperti kursi, meja, maupun elemen taman sekolah. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada proses mengumpulkan sampah, tetapi berlanjut menjadi pemanfaatan yang memiliki nilai guna.

Johan Simarmata menegaskan bahwa gerakan lingkungan semacam ini layak mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan lingkungan bukan hanya diukur dari seberapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari seberapa jauh perilaku masyarakat berubah setelah memahami persoalan sampah.

«“Kami dari DPD IWO Indonesia Kota Serang mengapresiasi langkah SDN Melandang dalam mengajarkan kepedulian lingkungan melalui praktik nyata. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sekolah, tetapi tumbuh menjadi budaya. Karena menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu orang, melainkan tanggung jawab bersama,” tegas Johan.»

Gerakan ecobrick SDN Melandang pada akhirnya memberikan pesan sederhana namun penting: sampah adalah persoalan ketika tidak dikelola, tetapi dapat menjadi sumber manfaat ketika dipilah, diproses, dan dimanfaatkan secara tepat. Dari lingkungan sekolah, kesadaran itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan di rumah, berkembang di masyarakat, dan menjadi karakter generasi yang lebih peduli terhadap masa depan lingkungan.

img SDN Melandang Kota Serang Peduli Lingkungan Sejak Dini Lewat Gerakan Ecobrick

Pos terkait