Status Siaga 1 TNI Berakhir, Dilanjut dengan Siaga 3

JAKARTA | INTIP24 News – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan telegram terbaru bagi prajurit bahwa status saat ini TNI siaga 3. Dengan demikian, status Siaga 1 TNI resmi berakhir

Kondisi siaga 3 mengatur prajurit TNI dan PNS yang berdinas di satuan TNI dan Kementerian Pertahanan RI bisa libur Lebaran. Meski begitu, satuan yang ditugaskan, tetap dalam kondisi siaga penuh sampai menunggu instruksi lebih lanjut.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan Telegram Nomor TR/283/2026 yang berisi perintah siaga 1 bagi jajaran TNI. Telegram tersebut diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun di Jakarta pada 1 Maret 2026.

Sebagai mana diwartakan sebelumnya, dalam telegram Siaga 1 terdapat tujuh instruksi penting bagi TNI. Hal itu merespons perkembangan situasi global konflik di kawasan Timur Tengah dan pertimbangan pimpinan TNI terhadap situasi dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Untuk mengantisipasi kondisi di dalam negeri akibat konflik di Timur Tengah, sejumlah organisasi TNI yang disebut diperintahkan bagi seluruh jajarannya untuk melaksanakan siaga tingkat 1. Hal itu berlaku sejak 1 Maret 2026 sampai dengan selesai.

Instruksi pertama: Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.

Kedua: Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Ketiga: Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan (athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencakana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila diperlukan serta berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), dan otoritas terkait sesuai eskalasi dikawasan Timur Tengah.

Keempat: Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusitivitas di wilayah DKI Jakarta.

Kelima: Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

Keenam: Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanaan siaga di satuan masing-masing.

Ketujuh: Laporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi kepada Panglima TNI pada kesempatan.

“Telegram ini merupakan perintah,” begitu isi telegram yang didapatkan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).





Pos terkait