Bukan Koalisi Kaleng-kaleng

Opini

Membangun koalisi adalah menyatukan kesepakatan antara dua atau lebih kekuatan mesin politik partai untuk meraih satu tujuan bersama. Atas kesamaan pandangan dan kebutuhan untuk mewujudkan tujuan itu, maka kekuatan politik bergabung membangun komitmen untuk saling mengikat diri dalam satu program kerja dengan segala resiko dan konsekwensinya.

PKS, Demokrat dan Nasdem tengah membangun koalisi itu dan telah mencapai kesepakatan dalam menghadapi agenda penting bangsa yaitu pemilu 2024 dan mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden.

Bacaan Lainnya

Tentu saja ini bukan hal yang sederhana bagi ketiga partai politik itu. Ketiganya harus menghadapi segala bentuk konsekwensi atas resiko dari membangun kekuatan politik yang akan berhadapan dengan pihak lain di luar koalisi untuk berkompetisi meraih dukungan masyarakat.

Namun jangan pula persoalan koalisi yang bermuara pada persoalan kepentingan kebangsa-an, dalam berbagai persfektifnya dibangun dengan setengah hati dan mudah digoyang oleh pihak luar sehingga koalisi menjadi rapuh dan rentan terpecah.

Oleh karenanya, perihal ini harus dilakukan melalui diskusi yang panjang, dan tentu saja harus demikian, lantaran nenyangkut persoalan bangsa dan kebangsaan di masa depan.

Deklarasi PKS, Demokrat dan Nasdem dalam apa yang dinamakan ‘Koalisi Perubahan’, di dalam perjalanannya dapat dipastikan akan banyak partai lain yang tertarik bergabung.

Deklarasi yang digagas tiga partai ini, plus elektabilitas Anies yang dalam beberapa survei terus menunjukan kenaikan elektabilitasnya. Antusiasme masyarakat di berbagai daerah yang dikunjungi pun akan menjadi tambahan daya tarik dan stimulus pergerakan koalisi.

Walaupun soal siapa Cawapres menyerahkanya kepada Anies. Namun, pilihan itu tetap akan didiskusikan bersama parpol koalisi.

KH Ronggost





Pos terkait