INTIP24 News – Angkatan Laut Israel mencegat armada bantuan menuju Gaza. Sekitar 50 perahu yang dilayari oleh aktivis yang membawa bantuan makanan menuju Gaza. Rombongan aktivis termasuk Greta Thunberg, berusaha menerobos blokade negara Yahudi terhadap wilayah kantong Palestina.
Armada Global Sumud, yang berangkat dari Spanyol sebulan lalu, membawa para aktivis lingkungan dan kemanusiaan dari 44 negara yang berupaya menantang blokade laut Israel bagi warga Gaza.
Pasukan angkatan laut Israel menaiki beberapa kapal pada hari Kamis setelah para aktivis menolak perintah untuk mengalihkan arah. Para penumpang mengatakan mereka menjadi sasaran meriam air.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa para aktivis, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, ditahan dan dipindahkan ke pelabuhan Israel. “Greta dan teman-temannya selamat dan sehat,” tulis kementerian di X.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS menyebut misi tersebut sebagai “provokasi” alih-alih upaya kemanusiaan. Kementerian tersebut bersikeras bahwa para aktivis telah ditawari cara untuk mengirimkan pasokan “secara damai” ke Gaza, tetapi justru memilih untuk mendekati “zona pertempuran aktif” yang menentang “blokade laut yang sah”.
Juru bicara armada, Saif Abukeshek, kemudian mengatakan bahwa 13 kapal dicegat dan lebih dari 200 orang ditahan. Ia menambahkan bahwa sekitar 30 kapal masih menuju Gaza, berusaha menghindari patroli Israel.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengatakan ia “bangga” dengan kondisi sulit yang dialami para aktivis tersebut.
Saya mengunjungi penjara Ketziot dan saya bangga bahwa kami memperlakukan ‘aktivis armada’ sebagai pendukung teror. Siapa pun yang mendukung terorisme adalah teroris, dan pantas mendapatkan kondisi seperti teroris… Sangatlah bermanfaat bagi mereka untuk merasakan kondisi di penjara Ketziot, dan berpikir dua kali sebelum mendekati Israel lagi. Begitulah cara kerjanya,” ujarnya, seperti dikutip Times of Israel.
Thunberg dilaporkan telah bertemu dengan pejabat kedutaan Swedia tetapi belum berbicara dengan pengacara, menurut aktivis armada.
Sebelumnya, Israel juga menggagalkan upaya serupa untuk melanggar blokade pada bulan Juni dan Juli.
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk seiring pasukan Israel memasuki Kota Gaza dalam perang yang sedang berlangsung dengan Hamas. Lebih dari 66.000 warga Palestina telah tewas sejak Oktober 2023, dan hampir seluruh penduduk telah mengungsi.


















































