Kemenpora Atur Skema Pengiriman Atlit ke Even Internasional, Tak Akan Lagi Coba-coba

JAKARTA | INTIP24 News – Kemenpora siapkan skema pengiriman atlet ke even internasional berdasarkan kategori berjenjang dan tidak akan lagi menerapkan pengiriman atlit coba-coba.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan akan ada semacam kelas untuk pembagian atlet yakni super elit, elit, hingga potensial yang dipersiapkan untuk ajang multi event ke depannya.

Lewat skema ini Erick berharap selain memburu setiap medali emas di ajang pesta olahraga namun juga bisa menerapkan strategi regenerasi kepada para atlet-atlet di masing-masing cabang.

“Kami di Kemenpora juga mulai mempolakan pengiriman atlet ke depan (ke ajang multi event). Tidak hanya super elit, elit, dan masa depan, ya kami enggak mau dibilang pengiriman atlet ini coba-coba,” kata Erick Thohir dikutip media.

Bacaan Lainnya

Dalam skema yang telah dipersiapkan Erick mengatakan bahwa setiap pengiriman kontingen tim Merah Putih ke ajang internasional akan semakin dimudahkan dengan sistem yang akan diaplikasikan ini.

“Jadi regenerasi itu harus ada tetapi pemikirannya itu bahwa kami tidak mengirim lagi atlet coba-coba. Kami mengirim atlet yang terbaik dan targetnya emas,” ungkap Erick.

Sementara itu, setelah mendulang 333 medali yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu pada ajang SEA Games Thailand 2025, Kemenpora kini tengah menyiapkan para atlet untuk menatap ajang Asian Games Nagoya 2026.

Dengan proses regenerasi dan pencapaian yang bersejarah dengan mengamankan peringkat kedua di ajang SEA Games 2025, Kemenpora optimistis bisa menatap Asian Games 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berpesan kepada para atlet untuk memanfaatkan dengan bijak bonus SEA Games Thailand 2025.

Erick mengatakan bahwa bonus yang diberikan oleh pemerintah harus benar-benar ditabung untuk masa depan para atlet.

“Satu miliar banyak loh. Jadi, saya rasa ini hal-hal yang saya juga harus khawatir, jangan sampai dihabiskan,” kata Erick Thohir ketika menjadi narasumber pada siniar Redaksi Olahraga ANTARA di Jakarta, Selasa.

Erick mengingatkan bahwa para atlet mempunyai masa usia karier yang tidak cukup panjang. Oleh sebab itu melalui bonus yang diberikan ini harus diinvestasikan ke aset-aset maupun pendidikan hingga asuransi kesehatan.

“Mesti diingat, usia atlet berkarier itu kan tidak panjang. Jadi setiap menghasilkan hal yang baik, mereka harus memulai melakukan strategi keuangan,” ujar Erick.

“Supaya ketika mereka sudah tidak berkarier mereka punya asuransi kesehatan, pendidikan, ataupun punya aset yang menjadi tabungan masa depan. Literasi finansial itu penting,” imbuh Erick.

Erick mengkonfirmasi bahwa skema bonus atlet untuk SEA Games Thailand 2025 kini masih ditinjau Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Erick mengatakan bahwa saat ini skema tersebut tengah ditinjau terkait dengan setiap nominal yang akan diberikan kepada para atlet yang mendulang medali baik emas, perak, dan perunggu pada ajang pesta olahraga Asia Tenggara ini.

Tim Merah Putih tercatat mendulang 333 medali yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu pada ajang SEA Games Thailand 2025.

Pencapaian tersebut membuat Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir atau berada di bawah juara umum yakni tuan rumah Thailand.

Pos terkait