Sidoarjo, intip24news.com – Penemuan terbaru 11 jenazah korban ambruknya bangunan pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (6/10) pukul 18.15 WIB, menambah jumlah tewas menjadi 60 jiwa.
Demikian, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengungkapkan data terakhir.
“Atas penambahan tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian kini menjadi tiga orang. Jumlah ini adalah data perkiraan sementara berdasarkan daftar absensi yang dikeluarkan oleh pihak pondok pesantren,” kata Abdul dikutip media.
Selain jenazah utuh, tim SAR juga menemukan lima potongan tubuh manusia. “Seluruh temuan itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, untuk identifikasi,” katanya.
Abdul juga menginformasikan bahwa empat korban luka telah diperbolehkan pulang. “Dengan demikian, jumlah korban yang masih dirawat ada sebanyak 99 orang dan satu lainnya tidak memerlukan perawatan,” ucapnya.
Menurutnya, pencarian masih terus dilakukan di sektor A1 dan A2, lokasi yang masih dipenuhi tumpukan beton dari bangunan lama.
“Hingga siaran pers ini diturunkan, tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian di sektor A1 dan A2, yang mana di lokasi tersebut masih terdapat tumpukan beton yang runtuh menimpa bangunan lama,” pungkasnya.















































