JAKARTA I INTIP24 News – Timnas Indonesia kembali gagal melakoni debut di Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026. Hasil Timnas Indonesia vs Singapura yang berakhir imbang 1-1, membuat skuad Garuda harus mengakhiri kiprah di fase grup.
Sebelumnya, Timnas Indonesia dihajar 0-3 oleh Vietnam dalam laga yang berlangsung di Tanah Air.
Kemenangan didapat skuad Garuda di dua laga awal fase grup saat berhadapan dengan Timor Leste dan Kamboja.
Kegagalan ini tentu menjadi pukulan telak bagi John Herdman. Ia harus segera berpikir keras sebelum kejuaraan selanjutnya FIFA ASEAN Cup 2026 pada September mendatang.
Meski pelatih John Herdman membawa sejumlah pemain-pemain naturalisasi ternyata belum mampu membawa skuad Garuda berprestasi.
Padahal, di atas kertas skuad Garuda seharusnya bisa melangkah ke babak semifinal ajang tersebut. Pemain-pemain naturalisasi yang sejatinya diharapkan bisa membawa warna baru bagi tim Merah Putih juga belum berhasil.
Ada 12 nama keturunan di tim pengasuhan John Herdman ini. Mereka adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Tim Geypens, Eliano Reijnders, dan Ivar Jenner.
Kemudian ada lagi Thom Haye, Marc Klok, Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker, dan Jens Raven. Ini menjadi salah satu yang terbanyak dari skuad Timnas Indonesia dari edisi-edisi sebelumnya.
Alhasil, Timnas Indonesia kembali gagal mengangkat trofi Piala AFF 2026. Yang parahnya lagi, Rizky Ridho dan kawan-kawan tidak mampu lolos dari fase grup.
Poin yang dikumpulkan tim Merah Putih tidak cukup meloloskan Rizky Ridho dan kawan-kawan ke babak semifinal.
Sejak awal pertandingan, tim asuhan John Herdman tampil dominan. Mitchell Baker langsung mengancam pada menit kedua, disusul peluang-peluang dari Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga sundulan Baker yang masih mampu digagalkan kiper Singapura.
Singapura sempat memberikan ancaman melalui Song Ui-young dan Ilhan Fandi. Namun, Cahya Supriyadi tampil sigap melakukan sejumlah penyelamatan penting sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada awal babak kedua. Ragnar Oratmangoen sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-47 setelah memanfaatkan tekanan yang terus dilancarkan Garuda.
Pertandingan kemudian diwarnai kontroversi ketika Song Ui-young sempat menerima kartu merah akibat kartu kuning kedua pada menit ke-58. Namun, keputusan itu dibatalkan setelah wasit meninjau tayangan VAR sehingga Singapura tetap bermain dengan 11 pemain.
Petaka datang pada menit ke-66. Kesalahan komunikasi antara Rizky Ridho dan Cahya Supriyadi dimanfaatkan Ilhan Fandi untuk mencetak gol penyeimbang yang mengubah skor menjadi 1-1.















































