Ponpes Shalafiyah Al Dzikri Terus Mencetak Lulusan yang Berkualitas

Serang, intip24news.com – Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah melahirkan generasi muda yang berkualitas, dengan sumber daya manusia yang unggul sebagai modal dasar pembangunan serta diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat Bangsa.

Pondok Pesantren Salafiah Al-Dzikri yang didirikan sejak tahun 2000 Masehi menjadi salah satu pilar untuk menunjang dan mencetak generasi masa depan bangsa, yang bertujuan mencetak manusia yang berkualitas dari sisi pilar Agama, karena mengusung konsep pondok pesantren yang terintegrasi dengan pindidikan formal Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Sebagai pemimpin Pondok Pesantren Al Dzikri, KH Wawan Suwarman MD, menerapkan pendidikan kepada santriwan dan santriwati dengan tujuan, terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan mutakhir dengan sistem manajemen pondok pesantren yang tangguh.

Selain itu, dengan penggalangan biaya pendidikan yang memadai namun dapat terwujud standar prestasi akademik dan non akademik.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, Pondok Pesantren Al Dzikri yang beralamat di Jln. Raya tatakan km 06 Kp. Soyog Ds. Taktakan Kec . Taktakan Kota Serang ini sudah memiliki izin operasional sah dari Kemenag Kota Serang. Baik itu Izop Aliyah, Tsanawiyah, Diniyah salafiyah, pesantren bahkan sampai Izop Majelis Ponpes pun ada.

Hal itu disampaikan KH Ahmad Suwarman MD saat ditemui di lokasi Ponpes Al Dzikri, Senin (3/8/2026).

Dirinya pun menjelaskan perihal adanya komentar dan pernyataan terkait penahanan ijazah dan SKL beberapa santri.

Pihaknya membantah tidak ada penahanan ijazah, raport maupun surat keterangan lulus, karena Ijazah merupakan santri. Hanya saja, lanjut Kiai, santri wajib melunasi kewajiban membayar uang Sahriyah atau bulanan dan pemeliharaan.

“Sampai sekarang alumni santri ngga ada yang datang, padahal kami (Ponpes Al Dzikri) sudah menyiapkan rapot, ijazah maupun SKL. Datang kesini tidak bisa diwakilkan, datang santri atapun wali santri nya,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jumat 11 Juli 2025.

Ponpes Al Dzikri telah menyiapkan ijazah Aliyah maupun ijazah Tsanawiyah.

“Iya kalau mau keluar ijazah kita sudah siapkan, tapi harus membayar tunggakan. Iya kalau tidak mampu membuat keterangan SKTM, kami juga manusia punya rasa toleransi,” jelasnya.

Meski demikian, hingga kini proses mengajar dan belajar di Ponpes Al Dzikri berjalan normal. Para santri menjalankan rutinitas yang sudah ditentukan dan beberapa acara diselenggarakan dengan khusuk dan khidmat.

Pos terkait