JAKARTA – Direktur Eksekutif Indo Publik Consulting Group (ICG), Denny Y membenarkan terjadi peningkatan permintaan jasa lembaga survei bagi calon legeslatif (caleg) dan calon kepala daerah dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.
Sejak diperkenalkan pada 2004, survei politik terus tumbuh dan makin digandrungi. Jasa konsultasi politik kemudian berkembang pesat. Ratusan jago dalam pemilihan legislatif maupun kepala daerah, mulai gubernur, bupati, dan wali kota ramai-ramai meminta jurus sakti para pakar politik dari lembaga tersebut.
Denny mengungkapkan, terjadi peningkatan signifikan, sekitar 40 persen klien yang datang padanya. Tren serupa, kata Denny dialami sejumlah lembaga survei tanpa menyebut angka pasti.
Denny menambahkan, “menggunakan lembaga survei membuat strategi para caleg lebih terukur dan penuh petimbangan. Itulah yang membuat biaya politik yang dikeluarkan jauh lebih terkontrol. “Pengeluaran itu disesuaikan dengan strategi terukur. Jadi tidak sporadis,” jelas Denny.
Menurutnya, memoles caleg jauh lebih sulit ketimbang partai. Persaingan di tingkat caleg jauh lebih ketat daripada partai. Di level partai, persaingan hanya melibatkan 12 plus dua partai saja. Sedangkan di tingkat caleg, satu dapil saja saingannya bisa mencapai ratusan orang.
Padahal kursi yang diperebutkan hanya berkisar antara 10-12 biji. Persaingan pun juga meliputi rekan internal partai dan partai lain. Inilah yang membuat instrumen survei jauh lebih banyak. Bahkan, teman separtai pun ikutan disurvei untuk diketahui kekuatannya.
Disinggung masalah biaya, Denny secara blak-blakan membuka tarif antara Rp 50 juta sampai Rp 200 juta. Menurutnya, tarif itu disesuaikan dengan tingkat atau posisi politik yang akan dituju. Untuk DPRD kota/kabupaten misalnya, Denny menawarkan tarif jasa antara Rp 50 juta sampai Rp 75 juta.
Untuk DPRD tingkat I provinsi dibandrol antara Rp 75 juta sampai Rp 150 juta. Sedangkan level tertinggi, yakni DPR RI, ongkos jasa survei dan konsultasinya mencapai Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Sejauh ini, Denny tidak pernah mendapatkan keluhan atau komplain dengan tarif yang dia tawarkan.
“Secara umum tarif memang bervariatif tergantung hirarki politik yang dituju. Untuk layanan, kami buat sampai lima paket. Setiap paket memiliki harga sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan klien. Semuanya memiliki treatment berbeda, yang termahal ada paket premium,” ujarnya.
Di kelas premium, Denny dan tim terjun lebih mendalam. Selain survei, servis yang diberikan meliputi penyusunan peta kompetisi dan daerah pemilihan, penguatan jaringan, iklan, konsultasi politik sampai menjadi tim sukses yang mengurus strategi pemenangan. Artinya, tim dari caleg itu tinggal menjalankan rekomedansi Denny dan tim.
Untuk melayani para klien, Denny memiliki lebih dari 100 orang tenaga surveyor lapangan. Sedangkan tim ahli yang menyusun strategi dan desain pemenangan berjumlah 10 orang. Denny menilai, lembaga surveinya akan terus berkembang karena jumlah klien dipastikan terus bertambah.















































