INTIP24NEWS – Gubernur ibukota Indonesia Jakarta mengatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden negara demokrasi terbesar ketiga di dunia pada 2024, meskipun belum mendapatkan dukungan dari partai politik mana pun. Demikian dikutip dari Reuters pada Kamis (15/9).
Media Inggris yang melaporkan dari Singapura itu menulis bahwa dengan masa jabatan lima tahunnya sebagai gubernur yang akan berakhir bulan depan, Anies Baswedan, 53, telah muncul dalam jajak pendapat independen sebagai salah satu tokoh teratas yang diperkirakan akan bertarung dalam pemilihan presiden pada Februari 2024.
“Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika sebuah partai mencalonkan saya,” katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Singapura, menambahkan bahwa tidak menjadi anggota partai memungkinkan terbuka ruang untuk berkomunikasi dengan semua faksi.
Sementara itu, lanjut laporan itu, kandidat potensial populer lainnya termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang mencalonkan diri dua kali sebelumnya, tetapi tidak berhasil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seorang politisi yang sedang naik daun di partai yang berkuasa.
Petahana Joko Widodo telah mencapai batas dua masa jabatannya dan tidak dapat mencalonkan diri lagi. Tambah Reuters dalam rilisnya.
Analis mengatakan Anies kemungkinan akan menjadi yang terdepan mengingat popularitasnya di salah satu kota terbesar di Asia Tenggara, posisi yang sering dianggap sebagai batu loncatan menuju kursi kepresidenan.
Widodo adalah gubernur kota selama dua tahun sebelum memenangkan jabatan puncak pada tahun 2014.
Tetapi Anies juga dikritik karena bagaimana ia naik ke tampuk kekuasaan di Jakarta pada tahun 2017, dibantu oleh kelompok-kelompok Islam garis keras yang telah melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap lawannya dan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama—seorang Kristen etnis Tionghoa—yang kemudian dipenjara karena menghina Islam.
Pada saat itu, Anies, yang menganut Islam moderat, terlihat tidak berbuat banyak untuk memperbaiki keretakan agama dan komunal yang melebar di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia itu.
Namun dia mengatakan kebijakannya sebagai gubernur telah “mempersatukan rakyat Jakarta”.
“Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan dan apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama lima tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak,” katanya.
Sumber: Reuters
Editor: Hasan M
















































