Pada saat peringatan Hari Ulang Tahun ke 50 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak ada deklarasi calon Presiden RI 2024 seperti yang dinantikan banyak pihak. Hal ini bisa saja merupakan implimentasi dari sikap kehati-hatian sang Ketua Umum DR Megawati Sukarnoputri.
Harus diakui, mengasuh yang selanjutnya, lantas membesarkan PDI Perjuangan hingga nampak seperti sekarang ini, tentu merupakan keberhasilan dari kepemimpiban Megawati dengan segala dinamikanya.
Kepemimpinan Megawati telah berhasil dan sukses membesarkan PDI Perjuangan. PDIP menjadi The Roling Party.
Megawati dalam pidatonya mengatakan, bakal ada pertemuan besar lagi pada Juni 2023 mendatang. Pada momen itulah Megawati diperkirakan akan mengamanatkan tiket Bakal Capres kepada kadernya yang pantas dan patut diamanati.
Artinya masih ada waktu yang cukup, sekitar sembilan bulan untuk menyaring dan menjaring pasangan Capres dan Cawapres untuk berkontestasi pada pemilu 2024.
Beberapa hari lalu, sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto menyatakan bahwa kandidat calon presiden yang akan diusung partainya pada Pemilu 2024 sudah ada di kantong Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri.
“Iya, sudah ada beberapa nama, tapi masih menunggu untuk diumumkan pada waktu yang tepat,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai melantik Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jawa Timur.
Pernyataan ini bisa dimaknai mempertegas pernyataan DR Megawati bakal ada pertemuan besar pada bulan Juni 2023 yang ajan menentukan kandidat yang dipilih sebagai Capres PDI P.
Jika kemudian Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri memilih tokoh dari kader partainya dan memiliki kwalitas dan integritas serta skill leadership yang marketable, katakan saja PDI P pada kesempatan itu mengumumkan paket pasangan calon Hj Puan Maharani sebagai Calon Presiden dan Ir H Ridwan Kamil Wakil Presiden nya.
Pasangan ini sangat layak sebagai pasangan calon yang diusung PDI P dan tidak mustahil bakal mendapat dukungan dari partai Golkar tentu juga PAN. Dengan demikian jika kemudian koalisi perubahan menetapkab Dr H Anies Rasyid Baswedan berpasangan dengan AHY (Demokrat) bisa jadi juga dengan Heryawan (PKS), maka kontestasi politik pada Pilpres 2024 bakal seru.
Dengan melihat integritas kedua pasangan PDI P dan Koalisi perubahan akan direspon rakyat Indonesia dengan semangat membangun demokrasi NKRI.
Harus diingat pula, Anies dan Ridwan Kamil, keduanya pemenang Pilkada di Provinsi yang sangat prestisius, Jakarta Ibu kota Negara dan Jawa Barat yang pemilihnya terbanyak diantara provinsi di Indonesia.
Saatnya yang muda yang memimpin Indonesia, dalam Pemilu Jujur, Adil dan Berintegritas.
Bangunlah badannya. Bangunlah Jiwanya untuk Indonesia Raya.
KH Ronggosutrisno Tahir















































