JAKARTA | INTIP24 News – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terus memantau perkembangan perang antara AS-Israel versus Iran dua pekan terakhir. Memanasnya konflik di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menyatakan, pemerintah masih memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah kebijakan.
Pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jika lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut.
Purbaya menjelaskan, pemerintah telah melakukan simulasi terhadap sejumlah skenario kenaikan harga minyak.
Hasil perhitungan menunjukkan defisit anggaran berpotensi meningkat jika harga minyak melonjak.
“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barrel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa, defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam buka bersama wartawan di Kementerian Keuangan, Jumat (6/3/2026).
Pemerintah mempertimbangkan beberapa langkah untuk menahan tekanan terhadap APBN. Salah satu opsi berupa penyesuaian belanja negara. Pemerintah juga membuka kemungkinan berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi.
Pemerintah juga menyiapkan realokasi belanja negara. Program yang dinilai tidak mendesak berpotensi ditunda atau digeser ke tahun berikutnya.
Purbaya menegaskan, belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi prioritas. Pengeluaran yang tidak mendukung kebutuhan utama berpotensi ditunda. Contohnya pengadaan barang atau proyek tertentu.
Anggaran MBG Diotak-atik
Purbaya juga mempertimbangkan efisiensi pada sejumlah komponen belanja program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Langkah tersebut dipertimbangkan jika tekanan terhadap APBN meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.
Purbaya menjelaskan, efisiensi tidak akan menyentuh komponen utama penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Pemerintah juga akan mengevaluasi pengeluaran pendukung program. Contohnya pembelian perlengkapan atau fasilitas tambahan yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan.
Selain program MBG, pemerintah juga membuka kemungkinan penyesuaian belanja kementerian atau proyek pembangunan tertentu.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal.
Purbaya mengatakan, pemerintah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Ia menyinggung periode ketika harga minyak mencapai sekitar 150 dollar AS per barrel.
“Waktu itu ekonomi memang melambat, tapi tidak jatuh. Kita punya pengalaman mengatasi situasi seperti itu,” kata dia.


























































