Moskow Ingatkan Barat tentang Tragedi Global

INTIP24NEWS.COM – Sebuah “tragedi global” dapat terjadi pada umat manusia jika Barat terus memasok senjata ke Ukraina. Demikian diungkapkan anggota parlemen paling senior Rusia Vyacheslav Volodin.

Juru bicara Duma Negara (parlemen), juga menyarankan agar Moskow dapat membalas dengan senjata yang lebih kuat, jika wilayahnya terancam.

Pernyataan Volodin muncul beberapa hari setelah pertemuan di pangkalan udara Ramstein AS di Jerman di mana kekuatan Barat berjanji untuk terus mendukung Kiev.

Pada hari Minggu, Volodin turun ke Telegram untuk menunjukkan bahwa jika senjata yang disediakan oleh AS dan sesama negara anggota NATO digunakan untuk “menyerang kota-kota sipil dan mencoba merebut wilayah kita, karena mereka mengancam [melakukannya],” Moskow akan menanggapi dengan “senjata yang lebih kuat”.

Bacaan Lainnya

Anggota parlemen Rusia itu melanjutkan dengan berpendapat bahwa pejabat Barat harus menyadari tanggung jawab mereka untuk mencegah skenario seperti itu.

“Dengan mempertimbangkan keunggulan teknologi senjata Rusia, politisi asing yang membuat keputusan seperti itu perlu memahami: ini bisa menjadi tragedi global yang akan menghancurkan negara mereka,” Volodin memperingatkan.

Kepemimpinan Ukraina bersikeras untuk mendapatkan kembali kendali atas semua wilayah yang berada dalam perbatasan negara yang didirikan setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Kiev mengatakan siap untuk merebut kembali wilayah tersebut dengan paksa jika Moskow menolak untuk melepaskannya.
Crimea menjadi bagian dari Rusia setelah referendum pada tahun 2014, sementara empat wilayah lainnya mengikuti tahun lalu.

Pada hari Rabu, New York Times, mengutip beberapa pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa pemerintahan Biden sekarang lebih cenderung mempertimbangkan untuk memberi Ukraina kemampuan serangan yang diperlukan untuk mencapai target di Krimea.

Tepat sebelum pertemuan Ramstein pada 20 Januari, AS mengumumkan paket bantuan pertahanan baru untuk Ukraina senilai $2,5 miliar.
Ini termasuk, antara lain, Kendaraan Tempur Infanteri Bradley, pengangkut personel lapis baja Stryker, kendaraan yang dilindungi dari serangan ranjau, Humvee, serta 20.000 butir peluru artileri reguler dan 600 butir peluru 155 mm berpemandu presisi.

Selain itu, Washington berjanji untuk memasok Kiev dengan lebih banyak rudal untuk sistem roket peluncuran ganda HIMARS M142 dan MLRS M270.

Awal bulan ini Inggris mengkonfirmasi rencana untuk menyediakan Ukraina dengan sejumlah tank tempur utama Challenger 2.
Namun, sekutu Barat gagal mengamankan kesepakatan dari Jerman untuk mengirim tank Leopard 2 ke Kiev.

Selain Bradley dan Stryker Amerika, Ukraina akan menerima kendaraan tempur lapis baja AMX-10 RC Prancis, yang oleh beberapa ahli digambarkan sebagai ‘tank ringan’. Presiden Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk mengirimkan perangkat keras tersebut awal bulan ini.

Swedia juga telah berjanji untuk memberikan kontribusi yang akan mencakup kendaraan tempur infanteri CB-90 dan howitzer self-propelled Archer.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait