Pembangunan Jembatan Beracung PALI Dikeluhkan Warga, Salah Satunya Pecahkan Jalur Pipa Induk PDAM

INTIP24NEWS | PALI – Pembangunan Jembatan Beracung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan banyak tuai dan dikeluhkan warga pali ,masalah, mulai dari kemacetan akibat kurang mengerti pengaturan lalu lintas dan pecahnya jalur pipa Induk PDAM akibat ketidak hati hatian dalam bekerja.

Proyek pembangunan jembatan tersebut di kerjakan oleh : PT. RATRI SEMPANA
dengan nilai kontrak : Rp. 5.563.540.260.18,-
Nama Paket : Penggantian Jembatan Golof Kabupaten PALI.
Sumber Dana : APBD provinsi Sumatera Selatan TA 2021.
No Kontrak : 632/0333/76/DIS.PUBMTR/Kontrak -JBT/2021.
Kegiatan : Penyelenggaraan Jalan

Di dalam suatu pengerjaan proyek besar pasti punya standar operasional prosedur (SOP) yang bertujuan untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kerusakan lingkungan, kerusakan alat alat untuk pelayanan publik dan lainnya.

Perihal itu bukan yang pertama kalinya, di awal pengerjaan sempat bermasalah dengan jalur Telkom dan kini jalur pipa PDAM juga ikut pecah akibat kurangnya pengawasan sehingga menimbulkan ketidak hati hatian di dalam bekerja,perihal ini di benarkan beberapa warga sekitar S.A.

Bacaan Lainnya

Menurut S.A warga sekitar mengatakan harusnya dalam suatu proyek besar seperti ini haruslah super ketat di dalam pengawasan, apalagi ini pembangunan jembatan di jalur jalan provinsi.

“Setelah saya amati pekerjaan ini bisa kita duga terlalu amburadul dan agak sembrono
Bisa kita lihat ada pekerja yang sering tidak menggunakan alat keselamatan kerja (K3). Pekerjaan pembangunan jembatan seperti ini sangatlah beresiko yang seharusnya keselamatan kerja harus di utamakan agar terhindar dari kecelakaan kerja,”ungkpnya.

” Ada satu lagi tiang PLN yang sudah agak miring akibat galian pembangunan tersebut serta di terpanya hujan, jika tidak di tangani segera kemungkinan bisa terjadinya tiang PLN itu roboh dan akan sangat bahaya untuk masyarakat sekitar.”

Menurut Z.A yang jam terbangnya di dunia konsultan teknis pembangunan kontruksi sangat menyayangkan pembangunan proyek besar seperti itu di kerjakan terlalu dan kurang hati hati sehingga terjadinya kerusakan alat atau barang yang keperluannya guna pelayanan publik.

“Ini bisa kita katakan kurangnya pengawasan dari pihak stekholder, konsultan pengawas dan dari pihak Istansi PU provinsi Sumatera Selatan.
Perihal pecahnya jalur pipa induk PDAM Tirta PALI yang bertepatan di lokasi pembangunan jembatan beracung di benarkan kepala PDAM.”

Penyebab pecahnya jalur pipa induk PDAM Tirta PALI akibat dari pengejaran pembangunan jembatan sungai beracung di benarkan oleh pihak PDAM. (Dharmawan SE)

Pos terkait