SERANG|INTIP24News.com — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengajak kaum perempuan untuk memperkuat peran sebagai pendidik dan penggerak masyarakat dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama yang digelar di Ponpes Bai Mahdi Sindangheula Pabuaran Kabupaten Serang, Sabtu (25/04/2026).
Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa momentum Harlah tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi refleksi sejarah sekaligus penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial.
“Harlah harus jadi pengingat sejarah dan penguat peran perempuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi besar Muslimat NU sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di dunia, dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 32 juta orang. Dimyati menilai, kekuatan tersebut harus terus diarahkan untuk mendukung pembangunan keluarga, kesehatan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Akar Sejarah Kuat dari Banten:
Ketua Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Banten memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Muslimat NU.
Gagasan awal organisasi ini, lanjutnya, telah muncul sejak Muktamar NU 1938 yang diselenggarakan di Menes, Pandeglang.
Hal ini menunjukkan bahwa akar perjuangan perempuan NU telah lama tertanam kuat di wilayah Banten.
Tema dan Rangkaian Kegiatan
Pada peringatan Harlah ke-80 tahun ini, Muslimat NU mengusung tema:
Merawat tradisi
Menguatkan kemandirian
Meneguhkan peradaban
Sejumlah kegiatan sosial turut mewarnai peringatan tersebut, antara lain:
Pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat
Program penanganan stunting
Kunjungan dan santunan kepada lansia
Ziarah ke makam tokoh pendiri.
Ketua PW Muslimat NU Banten, Ratu Rachmatuzakiyah, menyebutkan bahwa sekitar 3.000 jemaah menghadiri kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Komitmen ke Depan
Muslimat NU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Organisasi ini juga berfokus pada kontribusi nyata dalam bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, serta konsistensi dalam dakwah dan pelayanan kepada umat.
Dengan semangat Harlah ke-80, Muslimat NU diharapkan semakin solid dalam menjaga tradisi, mandiri dalam gerakan, dan berperan aktif dalam membangun peradaban bangsa.
( Red- Rls )

























































