INTIP24NEWS | Purwakarta- Pemberitaan media rajawalisriwijaya, yg sudah nyaris hilang bak ditelan bumi, sementara katanya awak media rekan kerja. Namun kanyataanya hal tersebut bertolak belakang .
Terbukti ratusan wartawan demo di depan gedung mabes polri. pada hari Jumat kemarin dan tidak tertutup kemungkinan wartawan RAJAWALISRIWIJAYA akan meluncur ke Mabes Polri bila pihak jajaran polres Purwakarta mandul dalam penangkapan sekdes desa pasir Munjul kec. Sukatani Purwakarta Jawa barat yang kebetulan didampingin oleh seorang babinsa sampai berita ini di turun pelaku belum juga di tangkang oleh pihak jajaran polres sehingga menjadi pembicaraan buah bibir masyarakat Purwakarta.
Padahal pers mempunyai peran besar di tengah pemerintah pilar ke empat terkait temuan tentang kasus pemotongan bansos (BPT) berupa sembako, yang diduga disunat oleh perangkat desa, kini jadi perbincangan hangat di media sosial atau medsos.
Seorang Sekdes berjiwa preman ditemani babinsa menemui seorang kakek tua yg berusia kurang lebih 70 tahun diupload vidio vlog di media sosial atau medsos FB Group INPASMUJUL beredar, bahwa PLT Dadan S dan perangkat desa membantah bahwa pemberitaan itu tidak benar dan menyangkal bahwa itu berita Hoax.
Bahkan di vidio tersebut Dadan malah sebaliknya, menuduh bahwa wartawan yang bernama Davit sanjaya menelpon dan meminta uang sebesar 25jt jikalau tidak mau di beritakan Media Rajawali News, itu Tindakan Pemerasan,” pungkas Dadan, di vidio tersebut.
Setelah beberapa awak media yang tergabung di ikatan wartawan online Indonesia (iwoi) meminta keterangan Davit sanjaya, selasa (10/08) Davit tidak Terima diriya dituduh memeras, jangan kan 25 jt, 1000 Perakpun saya tidak terima,”
Hal tersebut dilaporkan ke polres Purwakarta sesuai tanda terima surat lapor dari polres Purwakarta merut Dapit kasusnya sampai saat ini belum ada kejelasan tuturnya .Team V Pemburu Fakta Rajawali.














































