INTIP24NEWS.COM – Keputusan AS, Jerman, dan beberapa negara lain untuk memasok tank tempur utama ke Ukraina tidak berarti NATO berperang dengan Rusia. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis, Rabu.
Pernyataan itu muncul setelah pidato kontroversial Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock di Parlemen Eropa awal pekan ini.
“Kami tidak berperang dengan Rusia dan tidak dengan mitra kami,” kata juru bicara kementerian Anne-Claire Legendre pada hari Kamis,
“Pengiriman peralatan militer… bukan merupakan perang bersama.” lanjutnya dikutip dari AFP.
Sehari sebelumnya, Washington mengumumkan akan mengirim lebih dari 30 tank M1 Abrams ke Kiev, sementara Berlin mengatakan akan menyumbangkan lebih dari selusin panzer Leopard 2 dan tidak menghalangi Polandia dan anggota UE dan NATO lainnya yang ingin menyerahkan mereka ke Ukraina juga.
Dalam upaya menggalang dukungan untuk pengiriman tank pada hari Selasa, Baerbock mengatakan kepada Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) bahwa UE harus bergerak sejalan “karena kita berperang melawan Rusia dan bukan melawan satu sama lain.”
Diminta untuk mengklarifikasi komentarnya, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa Rusia telah melancarkan “perang agresi” melawan Ukraina dan bahwa hukum internasional “jelas” bahwa dukungan Berlin untuk “hak individu untuk membela diri” Kiev, dijamin oleh Piagam PBB, Hal itu tidak menjadikan Jerman sebagai pihak dalam konflik.”
Pada hari Rabu, PM Prancis Elisabeth Borne mengatakan kepada parlemen di Paris bahwa pemerintahnya “melanjutkan analisisnya” tentang proposal untuk mengirim tank Leclerc ke Ukraina. Prancis telah menjanjikan kepada Kiev sejumlah “tank ringan” AMX-10 awal bulan ini
Sementara itu, Menlu Prancis Catherine Colonna mengunjungi Ukraina pada hari Kamis, bertemu dengan mitranya Dmitry Kuleba di Odessa untuk menunjukkan dukungan jangka panjang Prancis dan menilai kebutuhan mendesak Ukraina di sektor kemanusiaan dan militer untuk ditanggapi secara nyata,





















































