Presiden Raesi Belum Ditemukan, Wapres akan Ambil Alih Pimpinan atas Restu Khamaini

INTIP24 News – Meski terdapat laporan yang simpang siur bahwa lokasi jatuhnya helikopternya telah ditemukan. Namun laporan tersebut dengan cepat dibantah oleh Bulan Sabit Merah Iran.

Tim SAR dan tentara Iran masih mencari Raisi di daerah terpencil dekat Kawasan Lindung Dizmar di provinsi Azerbaijan Timur, Iran, tempat helikopternya jatuh, sementara konvoi lainnya terus melanjutkan perjalanan.

Raisi kembali dari perbatasan Iran dengan Azerbaijan, tempat ia dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev meresmikan proyek bendungan kerja sama, yang merupakan tanda terbaru dari membaiknya hubungan kedua negara.

Dua puluh tim penyelamat serta sejumlah drone yang tidak diketahui jumlahnya telah dikirim ke daerah di mana helikopter itu jatuh.

Bacaan Lainnya

Perkembangangan terakhir yang dilaporkan Al Jazeera menyebut bahwa jatuhnya helikopter dalam konvoi presiden pertama kali beredar di media sosial dan dengan cepat diangkat oleh media lokal.

Laporan awal dari situs berita Mehr yang terhubung dengan pemerintah mengatakan Raisi memilih melakukan perjalanan ke Tabriz dengan mobil karena kondisi cuaca berkabut, dan dia aman.

Berita tersebut kemudian diturunkan setelah televisi pemerintah mengonfirmasi bahwa helikopter yang hilang itu membawa Raisi dan pejabat lainnya.

Televisi pemerintah mengatakan helikopter itu mengalami “pendaratan keras”.

“Pendaratan keras” adalah saat pesawat mendarat lebih keras dan lebih cepat dari yang seharusnya, karena cuaca, kesalahan pilot, atau masalah mekanis.

Yang ikut bepergian bersama Ebrahim Raisi adalah Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Iran Malek Rahmati, dan Ayatollah Mohammad Ali Ale-Hashem, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei untuk Azerbaijan Timur, menurut media pemerintah.

Itu terjadi di Kawasan Lindung Dizmar, koridor satwa liar yang melintasi perbatasan dengan Azerbaijan.

TV pemerintah awalnya mengatakan helikopter itu jatuh di dekat Jolfa, sebuah kota di perbatasan dengan Azerbaijan, tetapi kemudian jatuh lebih jauh ke timur dekat desa Uzi.

Menurut televisi pemerintah, Dizmar tiba-tiba mengalami cuaca buruk yang menyebabkan kecelakaan, dua dari tiga helikopter dalam konvoi presiden berhasil kembali dengan selamat ke kota Tabriz.

Menteri Energi Ali Akbar Mehrabian dan Menteri Perumahan dan Transportasi Mehrdad Bazrpash berada di dalam helikopter yang berhasil kembali dengan selamat.

Tim penyelamat berusaha mencapai lokasi tersebut, kata TV pemerintah, yang menyatakan bahwa selain puluhan kru penyelamat, ada beberapa ambulans dan drone yang dikerahkan dalam pencarian.

Namun, semua upaya terhambat oleh kondisi cuaca buruk, disertai hujan lebat dan kabut disertai angin kencang.

Kantor berita IRNA mengatakan kawasan itu merupakan “hutan” yang sulit diakses

Masih belum ada kepastian jenis helikopter apa yang membawa Raisi dan rombongan.
Bisa jadi itu adalah helikopter militer atau pesawat Bulan Sabit Merah.

Iran mengoperasikan sejumlah helikopter, namun sebagian besar sudah ada sejak sebelum revolusi Islam pada tahun 1979 di negara itu.
Karena sanksi dan kendala keuangan, Iran mengalami kesulitan dalam membeli suku cadang, sehingga pemeliharaan menjadi tantangan tersendiri.

Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber, 69 tahun, akan mengambil alih kekuasaan tanpa kehadiran Raisi.

Hal ini memerlukan persetujuan Pemimpin Tertinggi setelah presiden yang menjabat dipastikan meninggal atau tidak mampu.

Pemilihan kemudian harus diatur dalam waktu tidak lebih dari 50 hari.
Iran dijadwalkan mengadakan pemilihan presiden pada tahun 2025.

Pemimpin Tertinggi Khamenei meyakinkan rakyat Iran bahwa tidak akan ada gangguan terhadap urusan negara.

Pos terkait