Ranking FIFA Anjlok dan Pemecatan Coach Patrick Kluivert oleh PSSI

JAKARTA | INTIP24 News – Kekalahan timnas Indonesia pada dua laga melawan Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada putaran IV Kualifikasi Piala Dunia zona Asia turut mendorong anjloknya ranking FIFA skuad garuda ke posisi 112.

Rilis terbaru yang dikeluarkan FIFA pada Jumat (17/10), posisi Indonesia di bawah Malaysia.

Selain gagal meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026, dua kekalahan itu juga membuat Indonesia kehilangan 13,21 poin dan kini 1144,73 poin di peringkat 122 dunia.

Arab Saudi, yang lolos ke Piala Dunia 2026, naik ke peringkat 58 (1427,37 poin), sementara Irak naik ke peringkat 57 (1428,69 poin).

Bacaan Lainnya

Malaysia naik ke peringkat 118 dunia dari 123 setelah dua kemenangan melawan Laos (3-0 dan 5-1) dalam Kualifikasi Piala Asia 2027. Dua kemenangan itu membuat Malaysia mendapatkan tambahan 13,3 poin dan membuat poin mereka berjumlah 1161,53 poin.

Thailand menjadi satu-satunya Asia Tenggara tim yang masuk 100 besar. Negeri Gajah Putih itu menempati peringkat 96 dunia dengan 1235,36 poin.

Jepang masih menjadi tim peringkat tertinggi. Tim asuhan Hajime Moriyasu itu menempati peringkat 19 dengan 1645,34 poin. Di bawah Jepang, ada Iran di peringkat 21 (1618,28 poin) dan Korea Selatan di peringkat 22 (1593,92 poin).

Spanyol masih memimpin ranking FIFA dengan 1880,76 poin. Disusul Argentina yang kembali menempati peringkat kedua dengan 1872,43 poin, dan dilanjutkan Prancis dengan 1862,71 poin.

Sebelumnya, Patrick Kluivert resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada awal 2025. Sejak kedatangannya, eks striker Barcelona tersebut diharapkan mampu melanjutkan perjuangan Indonesia untuk merebut tiket ke Piala Dunia 2026.

Harapan publik sempat meningkat ketika Kluivert berhasil membawa Timnas Indonesia melangkah ke Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Indonesia lolos setelah menorehkan kemenangan penting atas Bahrain dan China di Ronde Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, mimpi itu berakhir pahit. Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, menjadi akhir perjalanan skuad ‘Garuda’ di jalur menuju Piala Dunia 2026. Alhasil, PSSI resmi memecat Kluivert sebelum kontrak berakhir yang tentu memiliki konsekuensi finansial bagi PSSI.

Saat itu, Kluivert diberhentikan hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan. Berdasarkan laporan FIFA Football Tribunal, Kluivert menerima kompensasi sebesar 150 ribu euro (sekitar Rp 2,9 miliar) dan remunerasi tambahan senilai 142.666 euro (sekitar Rp 2,74 miliar).

“Pemutusan hubungan kerja Kluivert menimbulkan konsekuensi kompensasi,” tulis laporan tersebut.

Untuk kasus di Indonesia, Patrick Kluivert sejatinya dikontrak hingga 2027. PSSI tidak pernah menyebut gaji pasti Kluiver, tetapi pemecatan ini tentunya juga akan berujung pada kompensasi yang harus dibayarkan PSSI padanya.

Sejauh ini, PSSI masih bungkam setelah memecat Kluivert. Mereka belum membuat pernyataan terkait siapa penggantinya dan bagaimana pembayaran kompensasinya.

Pos terkait