KAL-SEL | INTIP24 News – Dalam acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan.
Langkah itu sebagai solusi jangka panjang atas berbagai persoalan bangsa, termasuk kekurangan tenaga kesehatan dan ketimpangan sumber daya manusia.
Sebelumnya Prabowo juga mendapat laporan bahwa kini sekolah rakyat yang telah dibangun memiliki total 15.000 murid. Ia menargetkan sekolah rakyat bakal memiliki 500.000 murid pada tahun 2029.
“Kalau hari ini baru sampai 15.000 (murid). Tapi, saya dilaporkan mungkin akhir tahun ini akan mencapai 30.000, ujungnya sasaran kita adalah tiap sekolah rakyat adalah 1.000 murid, berarti sasaran kita nanti 500.000 murid,” pungkasnya.
Presiden juga meminta TNI dan Polri mengirim perwira secara bergiliran untuk membantu pembinaan di Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program tersebut.
“Kalau perlu saya minta TNI dan Polri mengirim beberapa perwira untuk bantu dikunjungi bergiliran dan dibina,” ujar Prabowo di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan itu Prabowo juga menyoroti masih besarnya kebutuhan dokter dan dokter gigi di Indonesia. Dia menyebut bahwa kekurangan tenaga kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya dengan wacana atau perdebatan, melainkan membutuhkan langkah nyata dan keberanian dalam mengambil kebijakan.
Kita kekurangan dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Tidak bisa hanya dengan bicara, dengan memfitnah, menghardik, mengejek, tidak bisa,” kata Prabowo dikutip Antara pada Senin.
Menurut Prabowo, Indonesia saat ini kekurangan ratusan ribu dokter, sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tantangan penyakit yang semakin kompleks.
Oleh sebab itu, pemerintah menyiapkan strategi besar dengan membuka kampus-kampus kedokteran gratis yang dibiayai sepenuhnya oleh negara.
Sebagai solusi konkret, Prabowo menyatakan pemerintah akan segera membuka kampus kedokteran, kampus teknik, dan kampus bidang strategis lainnya dalam waktu dekat.
Seluruh kampus tersebut dirancang terbuka bagi semua anak Indonesia tanpa terkecuali, tanpa pungutan biaya pendidikan.
“Rencana saya, kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik, dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa pendidikan gratis merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil.
Dia ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. “Saya ingin anak pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya,” kata Prabowo.
Presiden menilai Sekolah Rakyat menjadi fondasi penting untuk menciptakan pemerataan kesempatan pendidikan sejak dini.
Melalui jalur pendidikan yang terintegrasi hingga perguruan tinggi, negara hadir untuk membuka jalan mobilitas sosial dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional.
Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa keberanian mengambil kebijakan besar menjadi kunci utama untuk membawa perubahan nyata.
Dia menegaskan tekadnya untuk membuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa negara tidak ragu berinvestasi pada masa depan generasi muda.
“Saya akan bangga melihat itu. Sekali lagi, kita harus berani. Siapa berani, dia menang,” ujar Prabowo.
Dengan peresmian Sekolah Rakyat dan rencana pembukaan kampus kedokteran gratis, pemerintah berharap dapat menjawab persoalan ketimpangan pendidikan sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga profesional, khususnya di sektor kesehatan dan teknik, demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan berdaya saing.



















































