Ia menegaskan akan terus mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan darurat dan pemulihan berjalan cepat dan menyentuh kebutuhan paling mendesak.
Di medan berlumpur dan desa-desa yang masih gelap, satu hal menjadi jelas: kepemimpinan bukan soal pidato, melainkan keberanian untuk hadir di saat rakyat terisolasi dan hampir putus harapan.
Sebagai putra daerah sekaligus wakil rakyat dari Aceh, ia menyaksikan langsung betapa beratnya situasi di lapangan.
Rumah-rumah terendam, sekolah lumpuh, fasilitas umum rusak, akses ekonomi terputus, dan ribuan warga harus bertahan di pengungsian dengan segala keterbatasan.
Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian dalam sekejap, bahkan harus berjuang bersama anak-anak dan orang tua di tengah dingin dan ketidakpastian.
“Di tengah kepungan air yang tak kenal belas kasihan, saya melihat kesedihan dan kelelahan di wajah saudara-saudara kita.
Karena itu saya hadir secara langsung, menyapa mereka satu per satu, menggenggam tangan mereka, dan memastikan mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian,” ungkapnya.
Baginya, kehadiran di lokasi bencana bukan sekadar simbol. Ia turun untuk memastikan bantuan darurat benar-benar sampai, mendengar langsung keluhan warga, serta memastikan negara hadir, bukan hanya melihat dari kejauhan.
Musibah ini, menurutnya, bukan sekadar genangan air, melainkan jeritan kemanusiaan yang harus dijawab bersama.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, ia bergerak bersama tim dari unsur TNI dan Polri.
Sinergi lintas unsur ini menjadi kunci percepatan penyaluran bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama di wilayah-wilayah sulit dijangkau.
Keterlibatan jajaran Partai NasDem di daerah juga memperkuat koordinasi agar penanganan bencana berjalan secara kolektif dan terstruktur.
Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan agar penanganan darurat dan distribusi logistik dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan paling mendesak.
“Tidak boleh ada yang berpangku tangan. Kita harus bersatu, bahu-membahu, dan memperkuat solidaritas. Aceh harus bangkit. Dan kita akan bangkit bersama,” tegasnya.
Di tengah bencana yang datang silih berganti, sosok wakil rakyat ini membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal pidato atau jabatan, melainkan keberanian untuk hadir di saat rakyat paling membutuhkan.
Sumber IG muslimayub.official
















































