Pada era Putin sendiri, sudah banyak pembantunya yang akhirnya berseberangan untuk kemudian berbalik menjadi lawan politik Putin.
Sebagian dari menjadi buron di luar negeri, antara lain mantan Menteri Keuangan Vladimir Milov dan mantan Perdana Menteri Mikhail Kasyanov.
Lain halnya dengan tokoh-tokoh oposisi. Mereka ditindas, bahkan beberapa mati oleh eksekusi ekstrayudisial, termasuk Boris Nemtsov dan Boris Berezovsky yang pernah berjuang bersama Putin sebelum satu sama lain berbeda pendapat.
Sejak berkuasa pada Agustus 1999 dengan menjadi perdana menteri, Putin adalah sosok pemimpin yang kuat mencengkeram kekuasaannya.
Namun, setelah puluhan ribu orang tewas dalam perang di Ukraina, cengkeraman itu terlihat tidak lagi sekokoh dulu, paling tidak menurut sejumlah kalangan yang intensif mencermati politik dalam negeri Rusia.
Puncaknya terjadi ketika Prigozhin memimpin Wagner Group keluar dari wilayah Ukraina untuk merangsek ke dalam wilayah Rusia dan di ambang mencapai Moskow, guna menghukum para pemimpin militer Rusia, khususnya Shoigu dan Gerasimov.
Hubungan Putin dengan Prigozhin sendiri sudah tak begitu dekat setelah Prigozhin berulang kali mengecam pemimpin militer Rusia karena mengkhianati Wagner Group dan tak mau memberikan amunisi kepada tentara bayaran itu.





















































