TANGERANG|INTIP24News.com – Produk lokal memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan penguatan kualitas produk, daya tarik kemasan, serta strategi pemasaran yang matang.
Hal ini disampaikan dalam momentum Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang resmi digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang. Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ini menargetkan total transaksi hingga US$17,5 miliar dan menjadi pintu gerbang utama untuk mempertemukan produk unggulan lokal dengan pembeli (buyer) dari berbagai negara.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum emas ini guna memperluas jangkauan pasar hingga ke kancah global.
“Pelaku UMKM harus jeli memanfaatkan peluang di TEI 2026 ini untuk memperluas pasar dan mendorong komoditas kita menembus pasar ekspor,” ujar Dimyati.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten turut memfasilitasi dan menghadirkan berbagai produk binaan unggulan dari sejumlah daerah. Produk-produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari industri fesyen, makanan khas daerah, hingga produk kerajinan tangan (craft).
Agar mampu bersaing dengan peserta internasional, Pemprov Banten tidak langsung melepas para pelaku usaha begitu saja. Sebelum terjun ke pameran berskala internasional ini, para pelaku UMKM telah diberikan program pendampingan khusus. Peningkatan kapasitas ini meliputi standardisasi kualitas produk, perbaikan desain kemasan agar lebih menarik, serta pembekalan strategi pemasaran ekspor yang efektif.
( Red-FBPB )













































