Kota Tangerang, intip24news.com – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), serta Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kota Tangerang tahun 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin,.
Pembukaan tersebut berlangsung
meriah yang digelar di di Stadion Benteng Reborn, Senin, 25 Mei 2026.
Dihadiri jajaran Forkominda, dan jajaran OPD di lingkup Pemkot Tangerang, para guru serta ribuan pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Tangerang.
Wali Kota Sachrudin menyampaikan, rangkaian kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi untuk mencari pemenang. Terlebih, kegiatan ini merupakan wadah dalam membentuk karakter dan mental generasi muda.
“O2SN, FLS2N, dan GSI bukan hanya sekedar ajang perlombaan mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan bakat, kreativitas, sportivitas, disiplin, serta semangat kompetisi yang sehat bagi para pelajar,” ujar Sachrudin dalam sambutannya.
“Melalui olahraga,” sambungnya, “anak-anak ditempa untuk disiplin dan tangguh. Sementara melalui seni dan sastra, mereka diasah untuk lebih kreatif, peka, serta mencintai budaya bangsa,” jelas Sachrudin.
Wali kota Tangerang itu berpesan, para pelajar yang berkompetisi agar dapat menjalankan proses lomba prestasi ini dan dapat menanamkan jiwa sportivitas yang tinggi.
Menurutnya, mimpi menjadi atlet hebat, seniman berbakat, maupun pemain sepak bola andalan daerah tidak dapat diraih secara instan, melainkan lewat latihan dan kerja kera
“Menang memang membanggakan, tetapi pengalaman, proses belajar, persahabatan, dan keberanian untuk terus berkembang jauh lebih berharga,” ujar Sachrudin.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyebut O2SN merupakan bagian dari strategi pembinaan siswa secara berkelanjutan dari jenjang SD hingga SMP.
Menurutnya, pendidikan harus mampu mengakomodasi pengembangan bakat dan minat siswa, tidak semata fokus pada aspek akademik.
“O2SN menjadi wadah penting untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat yang nantinya dapat dibina lebih lanjut agar mampu bersaing di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti kompetisi telah melalui tahapan seleksi mulai dari tingkat sekolah hingga kecamatan, sehingga para peserta yang tampil merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing wilayah di Kota Tangerang.Referensi Geografis
Pihaknya berharap, dari ajang tersebut akan lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu membawa nama Kota Tangerang bersinar di tingkat provinsi hingga nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan juga meluncurkan dua inovasi layanan digital teranyar demi memperkuat transformasi pendidikan di Kota Tangerang.
Kedua aplikasi tersebut adalah SIP PAUD PNF (Sistem Informasi Pendampingan PAUD dan PNF) Aplikasi yang dirancang untuk mendukung proses pendampingan, monitoring, evaluasi, serta pembinaan status PAUD dan pendidikan nonformal secara terpadu berbasis data.
Kemudian aplikasi Cisadane (Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif): Sebuah sistem terintegrasi yang menghubungkan sekolah, Dinas Pendidikan, Unit Layanan Disabilitas, tenaga ahli, guru, hingga orang tua guna memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kehadiran kedua aplikasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Tangerang dalam menghadirkan layanan pendidikan yang modern, inklusif, adaptif, dan responsif.

Hal itu untuk memastikan seluruh anak di Kota Tangerang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.

















































