JAKARTA | INTIP24 News – Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir membuka Program Studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemahan. Bahasa Indonesia jadi bahasa ke-15 yang diajarkan universitas itu.
Universitas Al-Azhar sendiri merupakan universitas tertua ke-2 setelah Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko yang diakui dan tercatat dalam Guinness Book of World Records.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebut peresmian dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti pada 6 November 2025.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menilai pembukaan program studi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar merupakan tonggak penting pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.
“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa dengan penutur terbanyak di dunia,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Grand Sheikh Al-Azhar dan pimpinan universitas atas kepercayaan dan dukungan terhadap Indonesia, serta peran mereka dalam membina mahasiswa Indonesia agar menjadi pelopor penyebaran nilai-nilai Islam moderat.
Rektor Universitas Al-Azhar, Salamah Dawud, mengatakan pembukaan program studi tersebut menjadi tambahan penting bagi jajaran bahasa yang diajarkan di universitas itu, yang kini berjumlah sekitar 15 bahasa.
“Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-15 yang diajarkan di Universitas Al-Azhar,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa keberhasilan program tersebut bergantung pada dukungan Pemerintah Indonesia, khususnya dalam penyediaan tenaga pengajar berkualitas.
Salamah juga menyebut Indonesia memiliki tempat istimewa di hati sivitas akademika Al-Azhar karena mahasiswanya dikenal berakhlak mulia dan sopan.
Selain itu, KBRI melaporkan bahwa Menteri Abdul Mu’ti juga bertemu dengan Menteri Pendidikan Mesir Mohamed Abdel Latif untuk membahas penguatan kerja sama pendidikan dasar, menengah, dan kejuruan melalui pertukaran guru dan siswa, pengembangan kurikulum, serta penerapan teknologi pendidikan.
Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi ini akan menjadi sarana berbagi pengalaman dan peningkatan mutu pendidikan. Keduanya juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai moral bagi generasi muda yang beretika dan inovatif.

















































