YOGYAKARTA, intip24news.com –
Merah putih berkibar diiringi dentuman genderang Korsik. Senin pagi, 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, Lapangan Makorem 072/Pamungkas di Jl. Reksobayan No.4, Gondomanan, Yogyakarta, berubah menjadi lautan prajurit.
Korem 072/Pmk menggelar Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Sekitar 250 prajurit dan PNS mengikuti upacara ini dengan penuh semangat dan khidmat.
Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo, S.E.
M.Han.Kasiter Kasrem 072/Pmk bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Kapten Cba Saryanto, Kabintalrem 072/Pmk, memimpin jalannya upacara sebagai Komandan Upacara.
250 Prajurit, Satu Tekad: Jaga NKRI
Barisan upacara lengkap. Mulai dari Pasi, Perwira, Bintara, Tamtama, Tim Intel, hingga PNS Korem 072/Pmk. Ada 2 SST Pasukan Bersenjata yang berdiri kokoh, 1 SST Tim Intel yang siaga, dan Korsik yang menggetarkan semangat.
Upacara ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penegasan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Amanat Panglima TNI: 3 Tantangan Besar Bangsa
Membacakan amanat Panglima TNI, Irup Letkol Bambang menekankan bahwa kemerdekaan 81 tahun lalu dibayar mahal dengan darah dan air mata. Kini tugas kita adalah menjaganya.
“Indonesia Berdaulat”
Di era perang siber, perang informasi, dan teknologi AI, ancaman tidak lagi hanya datang dari batas negara. “TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, lautan, dan udara Indonesia,” tegas amanat.
“Indonesia Adil”
Rasa aman harus dirasakan seluruh rakyat. TNI diminta menegakkan hukum dan menindak tegas kejahatan yang merugikan rakyat: penambangan ilegal, illegal fishing, penyelundupan. “Hadirkan keadilan, jangan biarkan hak rakyat dirampas,” pesan Panglima.
“Indonesia Makmur”
Melalui Operasi Militer Selain Perang, TNI harus mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan percepatan penanganan bencana. “Jika situasi aman, ekonomi akan jalan. Rakyat akan makmur,” lanjut amanat.

Pesan Keras: “Bersih Dari Dalam”
Yang paling mengena adalah penekanan pada disiplin internal. Panglima TNI mengingatkan bahwa kekuatan TNI bukan hanya soal alutsista canggih.
“Kehebatan TNI diukur dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajuritnya. TNI tidak akan menoleransi judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.
Panglima juga meluruskan makna jiwa korsa. “Jiwa korsa itu saling mengingatkan dan mencegah kesalahan, bukan melindungi pelanggaran. Jaga nama baik satuan dan institusi.”

Sinergitas TNI-Polri dan kemanunggalan dengan rakyat kembali ditekankan. “Kepercayaan rakyat adalah kehormatan yang harus kita jaga dengan sikap, ucapan, dan tindakan,” ucap Irup.
TNI PRIMA Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup amanat, seluruh prajurit diingatkan untuk menjadi TNI PRIMA: Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Pimpinan TNI juga berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan prajurit, mulai dari perumahan hingga layanan kesehatan.
Upacara ditutup doa bersama pukul 07.30 WIB. Dalam suasana aman dan lancar, Korem 072/Pmk kembali menegaskan komitmennya: Siap mengawal kedaulatan, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kemakmuran dari jantung Yogyakarta.
(Dwi Rin)











































