Ganjar Ucapkan Terima kasih pada ASN, Provinsi Jateng Dapat Predikat Percontohan Nasional dari Baznas Nasional

INTIP24NEWS | SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada ASN di jajarannya karena provinsi ini mendapat predikat Percontohan Nasional dari lembaga Baznas RI.

“Saya berterimakasih kepada ASN Jawa Tengah karena pengumpulan zakat kita sekarang menjadi percontohan Nasional. Jadi setiap ASN di Pemprov Jateng pendapatannya langsung dipotong 2,5% tiap bulan. Alhamdulillah kini tiap bulan terkumpul hingga Rp 4,7 miliar.” ucap Ganjar di akun twitternya, Senin (3/1).

“Dana ini dikelola Baznas Jateng untuk beberapa program utamanya pengentasan kemiskinan, bantuan bencana alam, perbaikan rumah warga miskin, bantuan untuk lembaga pendidikan dan panti asuhan, serta pengobatan warga sakit.
Bahkan semakin berkembang untuk bantuan modal usaha tanpa bunga serta beasiswa pelajar dan mahasiswa,” lamjut Gamjar.

Ketua Baznas RI Nur Ahmad dalam menyampaikan usai berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan pada 2022.

Bacaan Lainnya

“Baznas hanya membantu karena sudah banyak yang dilakukan oleh Pak Gubernur, kami akan melihat daerah pesisir yang di situ atas petunjuk gubernur masih ada kemiskinannya. Kami coba bagaimana nanti upaya-upaya ekonomi yang bisa dicanangkan di sana,” kata Ketua Baznas RI Nur Ahmad di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikan Nur Ahmad usai berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan pada 2022.

Ia menjelaskan beberapa program dari Baznas RI yang akan dilakukan terkait dengan pengentasan kemiskinan, khususnya di daerah pesisir, di antaranya memberdayakan ibu-ibu di daerah pesisir yang ditinggal suami mencari ikan di laut.

Melalui program pengajian rutin yang ada, Baznas RI akan memberikan penguatan ekonomi dengan memberikan modal usaha, sedangkan program lainnya menggerakkan Baznas Mikro Finance Desa untuk penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami sudah lakukan di Purworejo dengan memberikan bantuan untuk menghidupkan kembali peternakan yang ditinggal pemilik karena gulung tikar akibat pandemi,” ujarnya.

“Kalau ingin belajar tentang Baznas, bagaimana hubungan Baznas dengan Psmerintah Daerah, maka belajarlah ke Jawa Tengah,” tegasnya.

“Kawan-kawan Baznas Jateng sudah berpraktik yang memberdayakan misalnya pemberdayaan ekonomi, terus kemudian ada pelatihan, dan sertifikasi. Prinsipnya dalam penanggulangan kemiskinan peran Baznas cukup sentral sehingga kalau kita bisa mengoptimalkan kolaborasi antara pemda, pemprov, dan juga Baznas, saya rasa akan menjadi kekuatan bagus,” katanya.

20220103-193843

Ia juga mengapresiasi langkah Baznas RI yang memerintahkan kepada Baznas di seluruh Indonesia untuk membantu program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Menurut Ganjar, langkah itu sudah berjodoh dengan apa yang dilakukan Jateng selama ini dan diharapkan replikasi dari praktik-praktik yang sudah dilakukan pada 2021 bisa dilakukan pada tahun ini.

“Maka optimalisasi peran Baznas ini akan kami genjot lagi, bahkan tadi target Baznas nasional naik. potensi sudah mulai diidentifikasi dan dicatat. Indikasinya banyak yang sudah melaksanakan tetapi tidak tercatat. Kami mau mencatat dengan target-target yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Selain itu, dukungan dari pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta aparatur sipil negara terhadap Baznas Jateng juga sudah bagus sehingga kesadaran untuk berzakat, infak, sedekah bisa dikelola secara profesional.

Pos terkait