KEABADIAN CINTA Oleh : Achmad Cholifah Alami,SH.,MH

INTIP24NEWS – Pukul 14.05 Aku sudah sampai di Cirebon tepatnya didaerah Beber, kuambil jiwa yang menemani Hati dan berkatalah; ” Engkau meninggalkan kasihmu seorang diri. Aku tahu perjalanan cintamu sungguh kusaksikan bintang bercahaya redup karena mu, perjalanan cintamu menghentikan kisah pahlawan Troya Archelis mati karena cinta.

Aku setengah gila memaksakan untuk membuka mataku, kulihat sahabatku terbujur kaku diselimuti pakain terakhir.
Aku duduk dihadapan sahabatku, lidah ku terucap amanah mu kusampaikan untuk cerita cintamu. Kupejamkan mata, kubelai rambutnya jemari ku bergetar laksana gemuruh halilintar.

Lalu,…
Kulihat pasangan hidup sahabatku yang ia perjuangkan demi cinta tak henti berteriak hatinya memanggil, kutatap wajahnya guratan duka telah menerpa , Air mata kerinduan menghujani wajahnya. ” Kekasih ku telah tiada wahai sahabatku ” ujar ia.
Aku diam tanpa mengenal waktu.
Hanya senyum kepedihan yang ku tampakan tanpa pesona. Ku pegang istri sahabatku ku katakan bahwa sahabatku menitipkan kidungan cinta dalam isi kertas. “Berujarlah Aku : “wahai bidadari sahabatku, 30 tahun yang lalu ia menitipkan surat cinta untuk mu, ia berkata jika tubuh berayun di bumi dan roh mendakati sang pencipta berikan surat ini untukmu. Tangan ku tak kuasa memberikan tersirat dalam Amanah mu. Aku memberikan.

Dan ,…
Dia tersenyum, tangan yang kaku mengambil fhoto sahabatku mulai ia membaca ”
———————–
Jakarta, 22 Febuari 1989

Bacaan Lainnya

tmp-cam-3577509828954560360

” Kekasihku,…sepenuhnya Aku adalah milikmu dan jangan pernah beranjak pergi tinggalkan Aku walau terbesit dihati dan meski hanya satu langkah, sebab aku adalah Bumimu dan engkau adala mahkota diatas langit. Langit menurunkan hujan maka dibumi lahirlah bunga-bunga indah dari raga bumi.

Apapun yang terjadi tiada yang bisa memisahkan kita dari mengubur pelana cinta, sebab Aku adalah jantung mu.

Pos terkait