INTIP24NEWS | BANDUNG BARAT – Kerap kali memberitakan mengenai borok pelaksanaan bantuan sosial (bansos) di Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat, awak media dutapublik.com Biro Bandung Barat mulai diserang secara psikis oleh sejumlah oknum yang mulai merasa gerah.
Menurut Jaenudin, Kepala Biro Duta Publik Bandung Barat, para Kades di Kecamatan Cipeundeuy mulai merasa gerah dengan kemunculan dutapublik.com. Para Kades diketahui mulai bermusyawarah dan ditunggangi oleh Gabungan LSM. Hal ini diutarakan Kades Jatimekar Kecamatan Cipeundeuy Dono Sumpena kepada Jaenudin dan Rina wartawan dutapublik.com Biro Bandung Barat beberapa waktu lalu.
Kata Jaenudin keberadaan dutapublik.com mulai dipermasalahkan para Kades. Bahkan Camat Cipeundeuy juga menelpon Kesbanglinmaspol mempertanyakan daftar tidaknya dutapublik.com ke OPD tersebut.
“Karena berani memberitakan kasus bansos di Cipeundeuy para Kades dan Camat mulai gerah. Bahkan Camat menurut keterangan Kades Jatimekar mempertanyakan daftar tidaknya dutapublik.com ke Kantor Kesbanglinmaspol,” ujar Jaenudin, Senin (30/8).
Bahkan kata Jaenudin, Kades Jatimekar mewanti-wanti awak media dutapublik.com Biro Bandung Barat akan diperiksa oleh Camat.
Kata Jaenudin, tentunya hal ini merupakan preseden buruk terhadap kebebasan pers di Bandung Barat. Bahkan katanya lagi pihak oknum pemerintah di Cipeundeuy akan melakukan perlawanan jika borok bansos yang marak terjadi terus diungkap ke publik melalui pemberitaan.
Sementara itu Kades Jatimekar, Dono Sumpena membantah dirinya telah mempertanyakan legalitas media dutapublik.com kepada Jaenudin.
“Ga (menanyakan legalitas) hanya ngobrol dengan Kabiro. Untuk apa (menanyakan) kan sudah tau kru-nya juga,” ujar Dono.
Selanjutnya Dono kembali membantah jika awak media dutapublik.com akan dipanggil Camat Cipeundeuy atas dasar permintaan para Kades dalam rangka pemeriksaan terkait berita borok bansos di wilayah kerjanya.
“Gak ada, para kades ga ada permintaan itu (ke camat),” ujarnya.
Adapun terkait pernyataan bahwa media massa harus memiliki izin Kesbanglinmaspol dalam tugas jurnalistiknya, Dono kembali membantah.
“Ga ada (nanya izin Kesbanglinmaspol) masalah domisili sekrenya emang saya nanya kalau diperlukan saya siap membantu hanya itu,” pungkasnya. (uya)




















































