Menengok Sejarah Lahirnya Hari Kebangkittan Nasional Indonesia

Tokoh berdirinya Boedi Oetomo Dikutip dari Kompas.com (19/5/2023), total ada sembilan mahasiswa dari STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo. Sembilan mahasiswa sebagai tokoh pendiri STOVIA tersebut yaitu Soetomo, Mohammad Soelaiman, Soeradji Tirtonegoro, Mohammad Saleh, Gondo Soewarno, Goenawan Mangoenkoesoemo, RM Goembrek, M Soewarno, dan Angka Prodjosoedirjo. Dalam perjalannya, terdapat tokoh lain yang ikut bergabung yakni Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara), Tjipto Mangoekoesoemo, Tirto Adhi Soerjo, Raden Adipati Tirtokoesoemo, Pangeran Noto Diprodjo, dan masih banyak lainnya.

Awalnya, keanggotan organisasi ini berisikan golongan berpendidikan di Jawa dan Madura saja. Namun, akhirnya keanggotan Boedi Oetomo meluas sampai Bali dan dilakukan dengan tidak melihat keturunan, jenis kelamin, atau agamanya. Dalam kongres pertama pada Oktober 1908 di Yogyakarta, tercetus tujuan lebih matang dari berdirinya Boedi Oetomo yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang terhormat melalui pergerakan dalam bidang pengajaran, pendidikan, dan kebudayaan.

Pada akhirnya, Boedi Oetomo dibubarkan pada 1935, setelah organisasi ini melebur ke dalam Partai Indonesia Raya atau Parindra dibawah pimpinan Soetomo.

Momen penetapan Hari Kebangkitan Nasional sendiri terjadi pada tahun-tahun awal setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Indonesia yang sudah merdeka masih harus menghadapi kembali Belanda bersama sekutunya untuk menjajah kembali Indonesia setelah sebelumnya Indonesia diambil alih oleh Jepang. Dalam rangka memperingati berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1948, Ki Hadjar Dewantara sempat mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soekarno mengenai kondisi rakyat yang dirasanya membutkan simbol persatuan baru.

Bacaan Lainnya

Sehingga Ki Hadjar Dewantara pun ditunjuk sebagai ketua peringatan 40 tahun berdirinya Boedi Oetomo di Gedung Agung Yogyakarta. Presiden Soekarno dalam pidatonya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia yang terpecah oleh kepentingan politik agar Bersatu melawan Belanda. Presiden Soekarno juga menyampaikan bahwa Boedi Oetomo merupakan tonggak dari pergerakan nasional. Boedi Oetomo merupakan pelopor berdirinya organisasi modern yang pertama, kemudian diikuti berdirinya organisasi-organisasi lain.

Pos terkait