Momentum Kebangkitan TVRI dalam Teknologi Digital pada PON 2028

Oleh: Ir KH. Ronggosutrisno Tahir BcHk

Mengembalikan kejayaan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjadi hal yang mendesak saat ini oleh sebab posisinya sebagai lembaga strategis dalam memperbaiki berbagai aspek kondisi bangsa menuju Indonesia emas yang telah dicanangkan.

Hal itu didasari atas kondisi TVRI belakangan ini yang jauh tertiinggal dan ditinggalkan, baik oleh masyarakat pemirsa maupun oleh persaingan tv swasta tanah air.

Oleh karenanya, perlu adanya pembenahan internal di dalam tubuh salah satu lembaga penyiaran milik negara ini. Momentum terbaik adalah saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional mendatang.

Bacaan Lainnya

Perhelatan PON Tahun 2028 yang direncanakan bakal digelar di dua provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa dijadikan momentum kebangkitan Televisi RI untuk mengambil peran strategis dalam penyiarannya.

Pada beberapa penyelenggaraan PON terakhir, yakni PON Riau 2012, PON Jawa Barat 2016, PON Papua 2021 (yang semula dijadwalkan tahun 2020), dan PON Aceh-Sumatera Utara 2024, selama periode tersebut TVRI memainkan peran penting dalam penyiaran pertandingan olahraga.

Namun dalam penyelenggaraan PON Papua 2021, TVRI menghadapi tantangan besar terkait kondisi geografis dan infrastruktur. Dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam menambah bandwidth memungkinkan siaran menjangkau seluruh lokasi pertandingan sangat diperlukan.

Kemudian pada Pekan Olahraga Nasional Aceh-Sumut 2024, hak siar dimiliki oleh MNC Group, yang hanya menyiarkan beberapa cabang olahraga saja seperti billiar dan voli indoor.

Dalam hal ini, MNC nampaknya tidak mempunyai kemampuan untuk menjangkau seluruh wilayah Aceh. Melalui koordinasi di lapangan, TVRI akhirnya turut serta menyiarkan cabang olahraga lain, termasuk sepak bola, yang sangat dinantikan masyarakat Aceh.

Sementara itu di wilayah Papua yang kondisi geografiis berbeda dengan provinsi lainnya, terutama dalam hal jangkauan sinyal dan infrastruktur. Berkat dukungan Kominfo dan TVRI, seluruh masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dari berbagai lokasi.

Disamping kondisi diatas, etos kerja dan mentalitas karyawan harus menjadi perhatian khusus. Tidak kalah pentingnya juga penyesuaian struktur menejemen dan job deskripsinya perlu diperbaiki agar kinerja TVRI selaras dengan cita-cita perubahan.

Job Discription bagi Pengawas, Pembina dan para pemangku jabatan penting lainnya, atau apapun namanya harus diperbaiki dan disesuaikan serta ditetapkan dalam ART TVRI Pusat, sehingga setiap personil tahu hak dan kewajibannya serta tupoksinya masing-masing.

Kembalikan kebesaran acara-acara eksklusif yang menjadi ciri khas TVRI dan memperpanjang durasi jam tayangnya. Mengoptimalkan tehnik grafis yang mengikuti trend perkembangan digitalisasi dan pemanfaatan berbagai platform media sosial yang ada.

Sebut saja salah satu program andalan yang merupakan ciri khas TVRI adalah program acara Dunia Dalam Berita yang dahulu pernah digandrungi banyak kalangan. Komplilasikan dengan ulasan mendalam dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten sesuai dengan isu berita yang sedang hangat dan viral.

Yang membuat sexy bagi calon pemasang iklan di TVRI adalah jangkauannya yang amat sangat luas, ini pun apabila program acaranya bisa disiarkan secara nasional.

Segmen acara TVRI daerah wajib me-relay acara pusat, disamping untuk menghemat biaya produksi di daerah itu sendiri. Superioritas TVRI Pusat akan dirasakan pula oleh menejemen TVRI daerah.

Akhirnya, TVRI selain dari pemyampai informasi kebijakan dan arah pembangunan bangsa, ia juga harus menyajikan yang terbaik baik masyarakat.

Inilah momentum, saatnya TVRI dikelola secara lebih profesional dan modern demi menuju perbaikan kearah Indonesia yang lebih baik… Indonesia Emas 2045 mendatang harus dimulai dari pembenahan TVRI.

Ir KH Ronggosutrisno Tahir BcHk/ Mantan Pimred Majalah Presisi Hukum Divkum Mabes Polri, Pembina dan Penasehat pada media intip24news.com

Pos terkait